Pelaksanaan Festival Sekala Bekhak (FSB) ke-11 Tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak karena dinilai sangat minimalis dan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kritik ini dianggap memperkuat pernyataan Bupati Lampung Barat bahwa jajaran stafnya kurang memiliki jiwa inovatif.
Lampung Barat (Netizenku.com): A Muis, salah satu warga Lampung Barat, menilai pesan Bupati sebenarnya sudah sangat baik, bahwa setiap kegiatan Satuan Kerja (Satker) harus memberikan dampak positif terhadap ekonomi rakyat. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.
“FSB menelan anggaran ratusan juta hanya untuk dua hari, tapi manfaat ekonominya bagi masyarakat lokal nyaris tidak ada. Masyarakat hanya menjadi penonton, yang untung justru penyelenggara dan vendor,” ujar Muis, Senin (21/7/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, ketimpangan tersebut terlihat jelas dari honor juri yang hanya menerima ratusan ribu rupiah dan pemenang lomba yang hanya mendapat trofi. Sementara itu, anggaran besar dialokasikan untuk sewa lighting, tenda roader, dekorasi panggung, dan alat musik.
“Bupati harus melakukan evaluasi besar-besaran. Dengan skema anggaran yang disusun oleh Satker terkait melalui bidang teknis, keuntungan hanya dinikmati vendor dan penyelenggara. Masyarakat malah buntung,” tegasnya.
Sebelumnya, FSB ke-11 tahun 2025 juga dikritik karena hanya menjadi ajang pertunjukan jajaran Pemkab Lampung Barat tanpa melibatkan masyarakat secara aktif. (*)








