Inflasi Lampung Terkendali, Pemprov Waspadai Harga Pangan

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan berlangsung secara virtual dari Ruang Command Center Lantai II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (27/1/2026).

lampung (Netizenku.com): Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Tito menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi karena berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi, sosial, politik, dan keamanan.

“Inflasi berbanding lurus dengan situasi politik, keamanan, dan ekonomi secara keseluruhan. Ini merupakan indikator makroekonomi yang mencerminkan stabilitas harga barang dan jasa, yang pada akhirnya memengaruhi biaya hidup masyarakat,” ujar Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan, Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian besar terhadap pengendalian inflasi nasional. Hal tersebut tercermin dari rapat pengendalian inflasi yang rutin digelar setiap pekan dengan melibatkan seluruh kementerian dan pemerintah daerah.

Baca Juga  DPRD Lampung Dukung Pengungkapan Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional secara year on year pada Desember tercatat sebesar 2,92 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya dan mendekati ambang batas psikologis 3 persen, meski masih di bawah batas maksimal 3,5 persen.

“Jika inflasi melewati 3,5 persen, konsumen, terutama masyarakat kelas bawah, akan mulai merasakan dampaknya. Meski 3 persen belum terlalu menyulitkan, bagi kita ini sudah menjadi peringatan,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, memastikan inflasi di Lampung masih terkendali dan berada dalam batas aman.

Baca Juga  Setahun Mirza–Jihan, IJP Lampung Terbitkan Koran dan Buku Edisi Khusus

“Inflasi kita masih terkendali. Di tingkat nasional memang naik menjadi 2,92 persen, tetapi masih dalam rentang normal dan belum menyentuh angka 3 persen sebagaimana arahan Mendagri,” ujar Bani.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus diminta menjaga inflasi agar tidak melewati batas psikologis 3 persen karena dampaknya akan lebih dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

Bani juga menyampaikan bahwa ketersediaan stok bahan pokok di Provinsi Lampung masih aman. Namun, beberapa komoditas perlu diwaspadai pergerakan harganya, seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam.

Terkait harga telur ayam ras yang di sejumlah pasar mencapai Rp30.000 per kilogram, Bani menyebut kondisi tersebut masih fluktuatif dan belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga  Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran

“Harga telur di pasar bervariasi, ada yang Rp25.000, Rp27.000, hingga Rp30.000 per kilogram. Harga Rp30.000 itu masih sesuai HET, jadi belum melampaui ketentuan,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan harga dipengaruhi oleh jarak dan biaya distribusi, terutama bagi pedagang kecil.

“Kemungkinan ada pengaruh biaya transportasi. Tapi karena tidak merata, masih dalam batas wajar dan tidak menjadi masalah,” katanya.

Terkait pakan ternak, Bani menambahkan tidak terdapat kendala signifikan, meskipun harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak masih relatif tinggi di tingkat distributor dan pabrik.

“Pakan ternak relatif tidak ada masalah, hanya memang harga jagung di tingkat distributor agak tinggi, padahal saat ini sedang masa panen raya. Ini yang sedang kita telusuri penyebabnya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Wagub Jihan Targetkan Lampung Jadi Pilot Project Eliminasi TBC Nasional
Wagub Lampung Pacu Proyek Sekolah Rakyat Kota Baru Selesai Juni 2026
Gubernur Lampung Dorong Penataan Ulang UMKM Lampung, Stop Persaingan Tidak Sehat!
Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027
Lampung Siapkan Lahan 7 Hektare di Kota Baru demi Bangun Balai Diklat Industri
Pemprov Lampung Segera Terapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Sesuai STNK
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 22:54 WIB

Wagub Jihan Targetkan Lampung Jadi Pilot Project Eliminasi TBC Nasional

Jumat, 24 April 2026 - 22:47 WIB

Wagub Lampung Pacu Proyek Sekolah Rakyat Kota Baru Selesai Juni 2026

Jumat, 24 April 2026 - 19:20 WIB

Gubernur Lampung Dorong Penataan Ulang UMKM Lampung, Stop Persaingan Tidak Sehat!

Jumat, 24 April 2026 - 18:56 WIB

Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027

Jumat, 24 April 2026 - 15:56 WIB

Pemprov Lampung Segera Terapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Sesuai STNK

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Jumat, 24 April 2026 - 11:16 WIB

Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 09:12 WIB

Kunjungan Komisi VII DPR RI ke Lampung, Gubernur Lampung Dorong Industri, UMKM, dan Pariwisata

Berita Terbaru

Standar kesehatan program Makan Bergizi Gratis Bandar Lampung.(ilustrasi: Netizenku)

Bandarlampung

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:40 WIB