Deflasi Berlalu, Maret 2025 Lampung Inflasi 1,58 Persen

Ilwadi Perkasa

Selasa, 8 April 2025 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan
Indeks Harga Konsumen
Provinsi Lampung Maret 2025. BPS Lampung

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Lampung Maret 2025. BPS Lampung

Indeks Harga Konsumen ((IHK) Provinsi Lampung pada Meret 2025 terkoreksi naik dari 107,35 pada Maret 2024 menjadi 109.05 pada Maret 2025  atau naik 1.7 poin, sehingga Provinsi Lampung mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,58 persen.

Bandarlampung (Netizenku.com): Perkembangan IHK Provinsi Lampung pada Maret 2025 ini menggambarkan terjadinya pembalikan dari keadaan sebelumnya deflasi 0,02 persen pada Februari 2025.

Perkembangan ini juga ditopang tingkat inflasi m-to-m Lampung pada Maret yang dilaporkan sebesar 1,96 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar
0,57 persen.

Tingkat inflasi Lampung pada Maret 2025 ini masih di bawah tingkat inflasi nasional yang dilaporkan mencapai 1,65 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyebutkan bahwa inflasi yang terjadi di 4 wilayah cakupan disebabkan kenaikkan harga berbagai komoditas.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,54 persen, dengan IHK sebesar 113,13. Terendah di Kota Metro sebesar 1,40 persen dengan IHK sebesar 107,26

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks (inflasi) kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,76 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 1,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,24 persen; kelompok kesehatan 1,36 persen; kelompok transportasi 0,73 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 3,83 persen; kelompok pendidikan 5,64 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,40 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,97 persen.

Baca Juga  Almira Nabila Fauzi Sidak Proyek Koperasi di Pringsewu

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,84 persen; dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,68 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2025, antara lain: bawang merah, emas perhiasan, akademi/perguruan tinggi, kopi bubuk, sigaret kretek mesin (skm), minyak goreng, bawang putih, bayam, cabai rawit, cumi-cumi, kontrak rumah, sigaret kretek tangan (skt), bahan bakar rumah tangga, makanan hewan peliharaan, sekolah menengah atas, nasi dengan lauk, kangkung, santan jadi, gula pasir, dan salak.

Baca Juga  Perbaikan Jalan Patimura–Soekarno Hatta Metro Segera Dimulai

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tarif listrik, beras, tomat, cabai merah, jeruk, telur ayam ras, ayam hidup, sabun cair/cuci piring, telepon seluler, ikan kembung, sepatu anak, angkutan udara, pengharum cucian/ pelembut, susu bubuk, bensin, pembalut wanita, popok bayi sekali pakai/diapers, buku tulis bergaris, sapu, dan parfum.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2025, antara lain: tarif listrik, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, bayam, emas perhiasan, daging ayam ras, santan jadi, susu cair kemasan, kangkung, beras, jagung manis, ikan layang/ ikan benggol, roti manis, bumbu masak jadi, buah naga, tomat, angkutan antar kota, coklat batang, dan kelapa.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: cabai merah, vitamin, cabai rawit, pembersih lantai, dan angkutan udara, pengharum cucian/ pelembut, obat gosok, sawi hijeau, sandal kulit wanita, cumi-cumi, ice cream, baju kaos berkerah anak, hand body lotion, ikan nila, udang basah, sepatu pria, sapu, dan baju tidur wanita.

Baca Juga  RDP DPRD Lampung Sepakati Solusi Sementara untuk Pengrajin Tanah Liat

Pada Maret 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil sebesar 1,27 persen; kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil sebesar 0,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan memberikan andil sebesar 0,03 persen; kelompok transportasi memberikan andil sebesar 0,08 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya memberikan andil sebesar 0,07 persen; kelompok pendidikan memberikan andil sebesar 0,36 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil sebesar 0,11 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,36 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil sebesar 0,74 persen; dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil deflasi sebesar 0,04 persen. (*)

Berita Terkait

IJP Lampung Salurkan 120 Paket Daging Kurban untuk Anggota dan Warga
Presiden Prabowo Serahkan Sapi Kurban Jumbo 1,5 Ton untuk Pemprov Lampung
DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025
Sikap Tegas Kapolda Lampung Terhadap Begal Didukung DPRD Lampung, Dinilai Beri Efek Jera
DPRD Lampung Soroti Pagar Laut Marriott Pesawaran, Jangan Ada Privatisasi!
Wagub Jihan Nurlela Minta SPIP Jadi Budaya Kerja di Lingkungan Pemprov Lampung
Kisah Haru Kyai Batua dan Sinta, Lahirnya Dua Anak Harimau Sumatera Pertama di Lampung
Temu Karya Karang Taruna Lampung Dihangatkan Munculnya Sejumlah Kandidat Ketua

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:48 WIB

Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Senin, 27 April 2026 - 16:50 WIB

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:14 WIB

Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB