Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belum menetapkan usulan tiga nama calon Penjabat Bupati (Pj Bupati) kepada Menteri Dalam Negeri untuk mengisi jabatan tersebut yang akan berakhir pada Mei 2023 mendatang.
Akan ditetapkan usulan ini menyusul akan memasuki berakhirnya masa jabatan Penjabat (Pj) Bupati Tubaba Dr Zaidirina SE.,M.Si pada Mei 2023 mendatang genap satu tahun, dan berdasarkan Surat Sekretariat Jenderal Menteri Dalam Negeri nomor : 100.2.1.3/1773/SJ perihal Usul Nama Penjabat Bupati/Walikota yang telah diterima sekretariat DPRD dan usulan tersebut diberi batas waktu sampai 6 April 2023 mendatang.
Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho, mengungkapkan hasil Rapat Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi-Fraksi usai pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Tubaba belum menetapkan usulan tiga nama pejabat untuk menduduki jabatan Pj Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita belum menetapkan usulan 3 nama Penjabat, waktunya juga masih ada 3 hari lagi, dan hari ini kita juga belum mendapatkan usulan nama dari masing-masing fraksi di DPRD Tubaba,” kata dia saat dikonfirmasi awak media, usai memimpin rapat internal unsur pimpinan DPRD, di gedung DPRD, Panaragan, Senin siang (3/4).
Menurutnya, saat ini DPRD Tubaba tengah melakukan koordinasi antar Fraksi di DPRD, dan memberikan kesempatan untuk melakukan rapat terlebih dahulu dalam menentukan usulan nama pejabat untuk menduduki jabatan Pj Bupati.
“Masing-masing fraksi punya hak untuk mengusulkan, dan hasil usulan ini kita rapatkan kembali. Harapannya, DPRD nanti punya keputusan tunggal yakni jika ada empat nama yang masuk kita voting jadi satu,” tuturnya.
Sementara di tempat berbeda, salah satu ketua Fraksi yang enggan disebut namanya masih menimbang Dr Zaidirina untuk kembali melanjutkan jabatannya hingga satu tahun mendatang.
“Ibu Zaidirina baru satu tahun menjabat, ketika kami belum memiliki pandangan lain, kami pribadi berkeinginan memberikan kesempatan kepada Zaidirina untuk menyelesaikan visi misinya karena untuk merealisasikan visi misi itu prosesnya tentu butuh waktu yang tidak singkat,” ucapnya.
Sementara, Penjabat (Pj) Bupati Tubaba, Dr Zaidirina menyatakan tetap legowo walaupun namanya nanti tidak masuk dalam bursa tiga nama calon Pj Bupati yang akan diusulkan oleh DPRD ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 6 April mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikannya menjawab pernyataan Ketua DPRD Tubaba, Ponco Nugroho sebelumnya yang menyatakan DPRD bisa saja tidak mengusulkan nama Zaidirina sebagai Pj bupati tahun 2023 sampai 2024.
” Ya tidak ada masalah. Saya ini seorang ASN, punya atasan langsung yakni Gubernur Lampung. Memang kewenangannya seperti itu. ASN siap ditempatkan dimana saja dan bekerja keras,” ujar usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa di DPRD.
Kendati demikian, Zaidirina mengatakan dirinya masih ingin memimpin Kabupaten Tubaba jika dikehendaki oleh masyarakat.
“Kalau masyarakat masih menginginkan saya, masih membutuhkan dan itu terserah masyarakat,” kata dia.
Zaidirina juga menanggapi pernyataan mantan bupati Tubaba sebelumnya, Umar Ahmad. Ia menegaskan dirinya sejak awal banyak meluangkan waktu di Tubaba, meskipun di tengah kesibukannya sebagai pejabat eselon ll di Provinsi Lampung.
“Saya ini banyak di Tubaba, tapi karena tidak tersorot rekan-rekan media saja,” pungkasnya.(Arie/Leni)








