Pertunjukan Biola Pukau Penonton pada Presentasi Sekolah Seni Tubaba

Redaksi

Minggu, 24 April 2022 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pertunjukan musik biola membuat para penonton terpukau, baru satu dua nada instrumen musik asal Italia tersebut langsung membuat ratusan penonton bertepuk tangan. Komposisi biola membawakan lagu Can Help Falling in Love with You, besutan Elvis Presley.

Ini terlihat dari kegiatan Presentasi Sekolah Seni Tubaba tahun 2022 yang digelar Sabtu, (23/4) pukul 16:30 WIB-19:30 WIB di Kawasan Tiyuh-tiyuh, Uluan Nughik,Tubaba.

Berbeda dengan tahun lalu yang menampilkan pertunjukan tari, musik, teater dan pameran seni rupa. Pada tahun ini kuantitas karya yang ditampilkan lebih kaya dan beragam.
Sempat terkendala hujan deras sekitar 30 menit, presentasi dimulai dengan penampilan musik jimbe.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pemain yang rata-rata berusia sekolah dasar dan menengah tampil di bawah arahan Yoyon Gideon, seniman asal Tiyuh Pulung Kencana. Posisi penampilan berjejer mengkuti di jalan setapak, tepat di samping sekertariat Tubaba Cerdas, penampilan dengan membawakan instrumen musik asal Brazil, berfungsi sebagai musik pembuka (overture),menyambut kedatangan tamu, termasuk Bupati Tubaba dan rombongan.

Selanjutnya di area utama, ampi teater Tiyuh-tiyuh berturut-turut digelar pementasan Tari Nenemo, Kecapi dan Biola. Tari Nenemo dibawakan oleh 16 penari generasi baru, di bawah arahan Kiki Windarti, seorang penari asal Tiyuh Panaragan, yang telah lama aktif di Sanggar Pakem dan terlibat dalam kerja-kerja kepenarian bersama Sekolah Seni Tubaba.
Komposer Romy Jaya Saputra, memfasilitasi pelatihan dua instrument musik: kecapi dan biola.

Baca Juga  Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional

Penampilan musik kecapi terbagi ke dalam kelompok (utara dan selatan Tubaba), pembawaan alat musik dari Jawa Barat tersebut terdengar lirih, membuat suasana pertunjungan terkesan lebih khusyuk.

Pada akhir pementasan penonton semakin berdecak kagum saat penyanyi Euniqe Gracia turut berkolaborasi dengan membawakan lagu “ Lagu untuk Mama” karya Vidi Aldiano.

Penonton diajak bergererak ke area Jembatan Bidadari, di jembatan batu dengan tangga batu memanjang tersebut, bersama komposer Edhitiya Rio sekitar 52 anak memainkan dua instrument musik Lampung, yaitu serdam dan cetik. Serdam, instrumen musik tiup yang identik dengan suasana bukit di Lampung Barat, bukan hal baru di Tubaba.

“Tahun lalu serdam pernah dibawakan dalam kegiatan yang sama. Sedangkan cetik, instrumen tradisional Lampung baru dibawakan pada tahun ini. Sementara Tubaba sendiri telah menciptakan instrument musik Q-thik yang merupakan pengembangan dari cetik,” ungkap Direktur Sekolah Seni Tubaba Semi Ikra Anggara kepada wartawan.

Dalam bidang seni Film Aufaris Opaw, kata dia, Anak-anak menayangkan sebuah film animasi pendek tentang anak petani yang bercita-cita pergi ke langit. Ada gambaran pohon-pohon karet, menunjukan seorang anak petani karet yang bercita-cita tinggi. Sedangkan para peserta kelas film, menayangkan karya film dokumenter mini mereka dengan menggarap program-program pelatihan kesenian di Sekolah Seni Tubaba.

“Dalam film tersebut, selain kita menyaksikan Teknik-teknik sinematik, kita juga mendapatan informasi-informasi penting terkait berjalannya program Sekolah Seni Tubaba tahun 2022,” tuturnya.

Baca Juga  Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing

Bersama Seniman Suvi Wahyudianto, para peserta kelas seni rupa belajar lebih mengenali lingkungan hidup di sekitarnya. Dipilihlah karet. Kemudian mereka melalukan riset sederhana tentang komoditi pertanian yang dominan tersebut. Hasilnya adalah sebuah pameran mini bertajuk “Perjalanan Karet”.

“Pameran kali ini bisa dibilang di luar kebiasaan, yang biasanya hanya memamerkan karya-karya seni Lukis di atas kanvas. Pameran kali ini menggunakan media campuran: ada gambar di atas kertas, lukisan di atas karung goni, sktesa, instalsasi mainan anak, potret diri di atas kertas, gambar di atas benda pakai, fotografi, video dan teks naratif. Yang juga menarik adalah bagaimana para peserta yang berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Tubaba menunjukan kemampuan teknis dan tematik yang semakin meningkat. Tidak ada perbedaan kemampuan antara peserta non difabel dan difabel,” ungkap Semi.

Dua program, musik dan teater, berkolaborasi membuat satu pementasan teater musikal. Bukan kebetulan tahun ini kelas teater menitik beratkan pada materi vokal, selain materi yang bersifat kebertubuhan (sirkus), materi ini berkorelasi dengan kelas musik yang juga mengembangkan kemampuan dalam menyanyi. Walhasil kita saksikan pertunjukan pendek yang manis, memang belum menunjukan satu teater musikal yang lengkap dan megah seperti kita saksikan di kota-kota besar.

“Tapi dari pertunjukan pendek, yang mirip puzzle-puzzle adegan tersebut. Sepanjang pertunjukan penonton dibuat terhibur dan berdecak kagum pada polah tingkah anak-anak yang piawai akting dan menyanyi tersebut. Kelas ini merupakan difasilitasi oleh Chandra Purwakanti dan Ismail, dengan supervise Andika Ananda,” kata dia.

Baca Juga  Mirza Irawan Dwi Atmaja Resmi Pindah ke Pemprov Lampung

Persembahan terakhir dalam kegiatan ini adalah pertunjukan musik oleh Kim School, dua belas anak membawakan tiga lagu, merupakan hasil pelatihan kerjasama antara Sekolah Seni Tubaba dan Kim School yang merupakan asuhan seniman Kim Commanders (Gunung Agung). Salah satu lagu yang dibawakan adalah “Children With No Land” karya legendaris Kim Commanders yang pernah bertengger di tangga lagu dunia Reverbnation ( 2013).

Pada pidato pembukaan, Direktur Sekolah Seni Tubaba menjelaskan bahwa Sekolah Seni Tubaba tidak bermaksud mendorong peserta didik menjadi seniman, melainkan menjadikan proses kesenian untuk pengembangan diri.

“Dengan proses kesenian kualitas hidup seseorang akan lebih baik,” pungkasnya.

Menyetujui Semi, Bupati Tubaba, Umar Ahmad, menyatakan bahwa pelatihan kesenian di Sekolah Seni Tubaba adalah merupakan salah satu jalan pulang ke Masa Depan. Sebuah visi metaforik Tubaba untuk memperbaiki kualitas kota dalam berbagai aspek.

Sekolah Seni Tubaba sendiri merupakan program non formal Pendidikan kesenian yang didukung Pemda Tubaba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Program ini secara konsisten telah digelar selama tujuh tahun. Metode pengembangan diri melalui Pendidikan kesenian seperti ini, mungkin satu-satunya yang dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah di Indonesia,” singkatnya.(Arie/Leni)

Berita Terkait

Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional
Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha
Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha
Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing
Wabup Tubaba Gotong Royong Perbaiki Jalan Bersama Warga
Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba
Wabup Nadirsyah Lantik 30 Pejabat Tubaba, Tekankan Capaian Target Program.
Tubaba Q Sehat, Jemput Bola Layanan Kesehatan Gratis di 16 Titik

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:04 WIB

Polres Pringsewu Gagalkan Tawuran Remaja, Tiga Pelaku dan Celurit Diamankan

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:01 WIB

Wabup Pringsewu Buka Penyaluran Bantuan Pangan 2026 di Pardasuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pemkab Pringsewu Apresiasi Perbaikan Jalan Provinsi oleh Pemprov Lampung

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:58 WIB

LSM Trinusa Unras di DPRD dan Kejari Pringsewu, Polisi Fasilitasi Dialog

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:26 WIB

Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan Pangan untuk 693 KPM Rejosari

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:52 WIB

Bupati Pringsewu Dukung Polda Lampung Tindak Tegas Pelaku Begal

Senin, 18 Mei 2026 - 13:44 WIB

Bupati Pringsewu Resmikan SDN 1 Gunungraya Jadi Sekolah Definitif

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Kesadaran Masyarakat melalui Sosialisasi Kebijakan Perpajakan Daerah

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB

Lampung Barat

Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah

Senin, 25 Mei 2026 - 21:34 WIB