DPRD Lampung Sebut Kebijakan Presiden dan Gubernur Mulai Dongkrak Kesejahteraan Petani

Tauriq Attala Gibran

Senin, 13 Juli 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menilai berbagai kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Menurut Mikdar, mayoritas masyarakat Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian sehingga kebijakan yang berpihak kepada petani berpengaruh langsung terhadap perekonomian masyarakat desa.

“Sebagian besar masyarakat Lampung adalah keluarga petani. Karena itu, kebijakan pemerintah pusat melalui Presiden dan pemerintah daerah melalui Gubernur sangat berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Lampung,” ujar Mikdar saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan yang dinilai menguntungkan petani antara lain penetapan harga pembelian jagung minimal Rp5.600 per kilogram, harga gabah Rp6.500 per kilogram, serta harga dasar singkong Rp1.350 per kilogram di Lampung.

Selain kepastian harga hasil panen, kata dia, Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan berbagai dukungan, seperti bantuan alat pengering gabah (dryer), bantuan pembuatan pupuk organik cair bagi kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta peningkatan alokasi pupuk subsidi sekitar 20 persen.

Menurutnya, keberadaan dryer memungkinkan petani menyimpan gabah setelah panen sehingga tidak harus langsung menjualnya saat harga masih rendah.

“Dengan adanya dryer, petani bisa menyimpan hasil panennya terlebih dahulu sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik dan pendapatan mereka meningkat,” katanya.

Baca Juga  IBN Lampung Borong Lima Penghargaan LLDIKTI Wilayah II

Mikdar juga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung pada Mei meningkat sebesar 1,48 persen. Menurutnya, kenaikan NTP menjadi indikator bahwa pendapatan petani lebih tinggi dibandingkan pengeluarannya.

“Artinya, dari hasil mengolah lahan pertanian seperti jagung, padi, sawit, maupun singkong, petani masih memiliki sisa pendapatan yang bisa ditabung. Ini menunjukkan kesejahteraan mereka mulai meningkat,” tegasnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menilai kebijakan penetapan harga komoditas pertanian merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Ia menyebut penetapan harga minimal jagung dan gabah, serta harga dasar singkong melalui Peraturan Gubernur Lampung, menjadi langkah yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Baca Juga  APPMBGI Lampung Dikukuhkan, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di 15 Kabupaten/Kota

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, dan DPRD dalam menghadirkan regulasi yang memberikan perlindungan bagi petani.

Selain mengacu pada kenaikan NTP, Mikdar menilai meningkatnya penjualan kendaraan baru di Lampung juga menjadi salah satu indikator membaiknya daya beli masyarakat, khususnya petani.

“Ini menjadi salah satu indikator bahwa daya beli masyarakat, khususnya petani, mulai meningkat. Swasembada pangan mulai tercapai dan harga hasil pertanian juga membaik,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT
Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh
Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual
Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata
Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung
Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat
Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:23 WIB

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Peduli Lingkungan, Mahasiswa Universitas Malahayati Edukasi Dasawisma Yosorejo Bikin Ecobrick

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:24 WIB

Tulang Bawang Barat

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:24 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 165 | Rabu, 19 Agustus 2026

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:09 WIB

Lampung

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:23 WIB