Insentif Kader Posyandu Dahlia 11 Bulan Tak Cair

Redaksi

Rabu, 15 Desember 2021 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Bandarlampung, Abdul Salim, menyerap aspirasi kader Posyandu Dahlia terkait insentif yang belum cair, Kamis (15/12). Foto: Netizenku.com

Anggota DPRD Bandarlampung, Abdul Salim, menyerap aspirasi kader Posyandu Dahlia terkait insentif yang belum cair, Kamis (15/12). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Anggota DPRD Bandarlampung, Abdul Salim, menerima pengaduan kader Posyandu terkait insentif kader Posyandu yang tak kunjung cair selama  11 bulan.

Hal itu berlangsung saat Abdul Salim menyerap aspirasi warga di daerah pemilihannya di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kamis (15/12).

Para kader Posyandu Dahlia di Jalan Swadaya 9 menyampaikan hampir setahun mereka belum juga mendapatkan insentif dari Pemkot Bandarlampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sekarang ini belum dikasih insentif Pak. Tahun 2020 lalu, yang kurang 6 bulan katanya hangus. Masa tahun ini juga kami tidak dikasih insentif, tahun 2021 ini baru Januari saja, sampai sekarang kami belum dapat insentif,” kata Herlina selaku Ketua Kelompok Posyandu Dahlia.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Bukan hanya insentif yang belum dibayarkan, lanjut dia, juga alat tulis kantor (ATK) pihaknya kesulitan.

“ATK saja kami tidak ada, pakai duit sendiri kalau mau beli buku besar dan pena. Mungkin bukan hanya di Posyandu Dahlia 4 saja, tapi di semua posyandu di Kelurahan Gunung Terang mungkin sama. Satu kelurahan ini ada 6 titik posyandu. Insentif biasanya Rp500 ribu per bulan,” ujar Herlina.

Menanggapi keluhan kader Posyandu Dahlia, Abdul Salim berjanji akan memperjuangkan insentif kader Posyandu melalui Fraksi PAN.

“Ini kan Desember masih ada waktu sekitar 2 minggu lebih, insyaallah bisa cair insentif para kader Posyandu,” kata dia.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selain insentif kader posyandu, anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung ini juga menerima keluhan dari para ibu-ibu terkait belajar daring.

“Kalau Biling (Bina Lingkungan) alhamdulillah lancar, tapi soal sekolah daring ini membuat ribet emak-emak, harapan tatap muka, supaya tensi darah emak-emak tidak naik. Kasihan Pak, daring terus, baju sekolah kecil enggak dipakai, yang ada anak-anak kebanyakan main game. Sementara bantuan kuota tidak ada,” ujar salah satu warga.

Kemudian Syamsuir, warga RT 07/LK 02 Kelurahan Gunung Terang mengharapkan jalan di Swadaya 9 dan 10 diperbaiki. Lalu usulan lampu penerangan jalan di Jalan Nawawi Gelar Raden Dalom.

“Usul Jalan Swadaya 10 minta diaspal karena kondisinya saat ini sudah hancur. Jalan ini sudah sejak dari tahun 2000 belum pernah ada perbaikan. Harapan kami segera diperbaiki, juga di Jalan Swadaya 9 sepanjang 314 meter bisa diperbaiki juga,” kata Syamsuir.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Menanggapi hal itu, Abdul Salim menjelaskan ada beberapa jalan di Kelurahan Gunung Terang yang sudah disurvei pihak Dinas PU dan sudah masuk usulan pada APBD 2022.

Yakni Jalan Swadaya 9, Jalan Swadaya 10, dan Lingkungan 3 di Jalan Swadaya 2, serta usulan pembangunan talud di Perumahan Gunung Terang.

“Di Kelurahan Rajabasa Raya, juga diusulkan Jalan Gemini, kondisi jalan sangat parah sekali. Ini adalah jalan penghubung Lingkungan 1 dan 2 Sukajaya dan Lingsuh, Kelurahan Rajabasa Raya,” kata dia. (Josua)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:48 WIB

Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Senin, 27 April 2026 - 16:50 WIB

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:14 WIB

Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB