Legislator PKS Ajak Ibu-Ibu Bentuk Kelompok Bank Sampah

Redaksi

Kamis, 9 September 2021 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Yuni Karnelis, bersama ibu-ibu di Kelurahan Batu Putu menggelar pelatihan bank sampah, Rabu (8/9). Foto: Netizenku.com

Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Yuni Karnelis, bersama ibu-ibu di Kelurahan Batu Putu menggelar pelatihan bank sampah, Rabu (8/9). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Sebagai upaya membantu Pemerintah Kota Bandarlampung mengurangi volume sampah di Tempah Pembuangan Akhir (TPA), anggota DPRD Kota Bandarlampung, Yuni Karnelis, berinisiatif membentuk kelompok bank sampah berbasis ibu-ibu rumah tangga.

Yuni menjelaskan bahwa volume sampah di Kota Bandarlampung terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Sehingga harus ada upaya pengurangan jumlah volume sampah di TPA.

Yuni mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengurangi sampah, salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan bank sampah yang dibentuk di beberapa titik di Bandarlampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang,” kata dia di Bandarlampung, Kamis (9/9).

Bank sampah yang dibentuk bersama ibu-ibu ini bekerjasama dengan bank sampah Emak.id.

“Target saya bisa terbentuk 100 kelompok bank sampah berbasis ibu-ibu rumah tangga di beberapa titik di Bandarlampung,” tutur Yuni.

Saat ini kelompok bank sampah telah terbentuk di Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Telukbetung Barat.

Legislator PKS ini menambahkan gerakan pilah sampah dari rumah mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.

Memilah sampah rumah tangga di antaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang, dimana sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat, akan dikumpulkan ke bank-bank sampah.

Di bank sampah, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual.

“Cara ini akan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis bernilai jual,” kata dia.

Yuni berharap, ke depan, keberadaan bank sampah terus bertambah.

“Kami akan dorong, sampai semua RT di Bandarlampung memiliki bank sampah, caranya dengan sosialisasi yang masif dan pemberian bantuan ember untuk pilah sampah,” jelas Yuni. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB