Kebakaran Berulang di Way Kambas, Komisi II DPRD Lampung Dorong Pencegahan Diperkuat

Tauriq Attala Gibran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Peristiwa yang berulang tersebut dinilai tidak boleh hanya direspons dengan upaya pemadaman, tetapi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem pencegahan kebakaran di kawasan konservasi.

Lampung (Netizenku.com): Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung mengapresiasi kerja keras petugas gabungan yang saat ini berupaya menangani kebakaran. Namun, menurutnya, kejadian yang terus berulang setiap tahun menunjukkan perlunya strategi pencegahan yang lebih kuat.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

“Kalau setiap tahun kita kembali menghadapi kebakaran, jangan hanya sibuk memadamkan apinya. Kita harus mencari akar persoalannya dan membangun sistem agar kebakaran bisa dicegah sejak dini,” ujar Basuki, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mendorong penguatan sistem deteksi dini, patroli di titik-titik rawan, serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan pemantauan hotspot. Keterlibatan masyarakat di desa penyangga juga dinilai penting, khususnya melalui kelompok masyarakat peduli api.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Selain memperkuat pencegahan, penyebab kebakaran juga harus diungkap secara serius. Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan, penegakan hukum diminta dilakukan secara tegas.

“Way Kambas bukan sekadar hutan. Di dalamnya ada ekosistem dan habitat satwa yang harus kita lindungi. Jangan sampai kerusakan terus berulang karena kita hanya menggunakan pendekatan pemadaman,” katanya.

Komisi II DPRD Lampung, lanjutnya, akan mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan yang rawan kebakaran.

Baca Juga  RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Evaluasi tersebut mencakup kesiapan sarana dan prasarana, jumlah serta kapasitas personel, dukungan anggaran, hingga efektivitas pola pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNWK.

“Kita harus mengubah paradigma dari ‘api muncul baru dipadamkan’ menjadi ‘potensi kebakaran dideteksi dan dicegah sebelum membesar’. Kebakaran tahun ini harus menjadi momentum untuk memutus siklus kebakaran Way Kambas yang terus berulang,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung
RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi
Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM
DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI
Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung
Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 22:10 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Berita Terbaru