Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Tauriq Attala Gibran

Senin, 7 September 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan dalam menanggulangi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, sekaligus mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik.

Lampung (Netizenku.com): Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau yang digelar di Aula BPBD Provinsi Lampung, Minggu (6/9/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terjadi sekitar pukul 24.00 WIB pada Jumat (4/9/2026) malam dan berlanjut pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Baca Juga  Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB, aktivitas erupsi sempat berhenti. Namun, aktivitas kembali terpantau pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung sehingga pemantauan dan kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan.

Secara visual, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung berawan dengan angin lemah dari arah timur laut dan barat laut.

Sementara itu, abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat daya dan sedikit ke barat laut. Pergerakan tersebut dipengaruhi arah angin yang pada hari sebelumnya bertiup dari barat laut maupun utara.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dukung Pembentukan UPT Kemendukbangga/BKKBN

Gubernur Mirza mengatakan masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 hingga 5 kilometer sebagai langkah antisipasi.

Pemprov Lampung juga mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi yang disampaikan BPBD Provinsi Lampung, Pusdalops, serta instansi berwenang lainnya.

“Kami minta update secara berkala setiap dua jam di seluruh platform instansi terkait tentang keadaan Gunung Anak Krakatau,” ujar Mirza.

Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika terjadi paparan abu vulkanik.

“Saat harus berada di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker atau pelindung pernapasan,” katanya.

Untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam rumah, masyarakat diminta menutup pintu, jendela, ventilasi, dan celah masuk udara lainnya.

Baca Juga  Lampung Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Regional Sumatera dalam Pengendalian Inflasi

“Apabila mengalami gangguan kesehatan atau keluhan akibat paparan abu vulkanik, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” ujar Mirza.

Pemprov Lampung juga mengambil langkah perlindungan di sektor pendidikan dengan menghentikan sementara seluruh kegiatan sekolah yang dilakukan di luar ruangan, termasuk olahraga dan upacara.

“Sekolah juga diminta melakukan pembersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah. Sementara itu, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring pada Senin dan Selasa, 7-8 September 2026,” katanya.

Informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi BPBD Provinsi Lampung, termasuk akun Instagram @bpbdlampung. (*)

Berita Terkait

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian
Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat
Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas
Gubernur Lampung: PKH Bukan untuk Ketergantungan, tapi Mendorong Keluarga Mandiri
Gubernur Lampung Dorong Petani Lampung Kembangkan Pupuk Hayati Secara Mandiri

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:34 WIB

Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar

Rabu, 2 September 2026 - 15:47 WIB

Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan

Selasa, 1 September 2026 - 12:56 WIB

10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:35 WIB

Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:06 WIB

Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB