Lampung Memantau Soroti Netralitas Aparatur Lingkungan

Redaksi

Kamis, 17 September 2020 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Sejak awal berlangsung proses Pilkada Kota Bandarlampung sudah menunjukkan adanya persaingan panas dan tidak sehat antar bakal pasangan calon (bapaslon).

Hal ini ditunjukkan dengan saling mencari-cari kesalahan dari masing-masing bapaslon.

Menanggapi hal tersebut Yan Barusal selaku Ketua Lampung Memantau mengatakan ada banyak sekali kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Tidak hanya bagi-bagi sembako seperti yang sudah sama-sama kita lihat, tetapi juga penampakan sikap dari tubuh pemerintah kota beserta seluruh jajaran di bawahnya yang menunjukkan kecenderungan keberpihakan sepihak,\” kata dia di Bandarlampung, Kamis (17/9).

Menurut Yan, hari ini publik sedang berusaha digiring untuk hanya fokus menyoal masalah politik bagi-bagi sembako (money politics) oleh sejumlah pihak.

Sementara kecurangan lain yang dilakukan oleh pasangan calon yang bukan hanya sekedar mencederai demokrasi tapi juga menghancurkan demokrasi itu sendiri seolah diabaikan begitu saja.

\”Kita bisa lihat di lingkungan sekitar kita bagaimana netralitas ASN dan aparat kecamatan sampai dengan kelurahan di Kota Bandarlampung hari ini cenderung berat sebelah. Ada kerja yang sistematis dilakukan oleh salah satu pasangan calon untuk memaksa ASN agar bersikap tidak netral dalam proses pilkada,\” ujarnya.

Hal tersebut terlihat jelas dari sikap overproaktif aparat kecamatan sampai dengan RT/RW yang selalu membuat kehebohan beberapa bulan terakhir ini.

Mereka secara serentak melakukan pembubaran terhadap pasangan calon yang melakukan sosialisasi secara sepihak.

Bukan hanya karena pasangan calon tersebut bagi-bagi sembako. Tetapi juga pasangan calon yang hanya melakukan sosialisasi tanpa bagi-bagi sembako juga dibubarkan dengan alasan harus mendapatkan izin dari aparatur tingkat kecamatan sampai dengan tingkat RT/RW setempat dan lain-lain.

Hal ini menjadi tidak wajar dan tidak sportif yang terkesan sengaja mempersulit bapaslon tertentu dalam melakukan sosialisasi.

\”Terlebih kami juga menemukan adanya indikasi-indikasi bahwa aparat-aparat tersebut sudah didesign atau direncanakan untuk menjalankan hal tersebut,\” katanya.

\”Saya juga berharap kawan-kawan media proaktif dalam menelusuri indikasi-indikasi ketidaknetralan tersebut. Karena ASN dan aparatur tingkat kecamatan sampai dengan kelurahan dengan mengatasnamakan penegakan demokrasi yang bersih tetapi prilaku mereka yang tidak netral tersebut juga jelas menghancurkan demokrasi itu sendiri,\” lanjut Yan.

Dia menambahkan bahwa seluruh pihak harusnya fair dan obyektif dalam melihat apa yang terjadi dalam proses pilkada, jangan standar ganda.

\”Bahwa benar ada begitu banyak kecurangan seperti bagi-bagi sembako tetapi kita juga jangan seolah menutup mata dan telinga pada kecurangan-kecurangan lainnya, seperti ketidaknetralan jajaran pemkot ke bawah,\” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:19 WIB

Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Minggu, 26 April 2026 - 13:20 WIB

Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan

Berita Terbaru

Lampung

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:38 WIB

Lampung

Gubernur Mirzani Gandeng PTS Tingkatkan SDM Lampung

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:47 WIB