KKD Turun, Tunjangan Anggota Dewan Tubaba Ikut Turun

Redaksi

Senin, 20 Januari 2020 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku): Pendapatan keuangan 30 anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2020, turun hingga delapan persen.

Penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya beberapa komponen tunjangan dewan yang didasarkan pada turunnya Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) tahun 2018 dengan kategori rendah.

Komponen pendapatan keuangan anggota dewan terdiri dari gaji dan tunjangan, sementara yang mengalami penurunan yakni pada tunjangan seperti Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) dari sebesar Rp10,5 juta/bulan berkurang menjadi Rp6,3 juta/bulan, tunjangan reses dari sebesar Rp10,5 juta/bulan berkurang menjadi Rp6,3 juta/bulan. Sementara belanja operasional pimpinan untuk ketua dari semula sebesar Rp8,4 juta/bulan berkurang menjadi Rp4,2 juta/bulan, dan wakil ketua semula sebesar Rp4,2 juta/bulan berkurang menjadi Rp2,5 juta/bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tubaba Aria Septajaya Sesunan menjelaskan, penurunan pendapatan keuangan anggota dewan tersebut dikarenakan penghitungan Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) Kabupaten Tubaba dalam realisasi anggaran mengalami penurunan dari sedang menjadi rendah.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Seluruh OPD Diminta Perkuat Koordinasi

\”Turunnya pendapatan keuangan dewan dikarenakan adanya penurunan Kemampuan Keungan Daerah (KKD) ini, ini dilakukan Pemkab mengacu Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2017, dan Permendagri nomor 62 tahun 2017,\” kata dia kepada netizenku.com di ruang kerjanya, Senin (20/1).

Dijelaskan Aria, dalam PP nomor 18 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD diatur pada Bab 8 ayat (1) dan (2) yakni kemampuan keuangan daerah ditentukan berdasarkan hasil perhitungan atas besaran pendapatan umum daerah dikurangi dengan belanja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu tinggi, sedang dan rendah.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Percepat Program Pembangunan Semester II 2026

Sementara, dalam Permendagri nomor 62 tahun 2017 tentang Pengelompokkan Kemampuan Keuangan Daerah serta Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Dana Operasional itu diatur pada pasal 3 ayat (1) sampai (3) yakni penentuan kelompok kemampuan keuangan daerah dihitung berdasarkan besaran pendapatan umum daerah dikurangi dengan belanja pegawai ASN.

\”Dijelaskan pada pasal ini, pendapatan umum daerah terdiri atas PAD, dana bagi hasil, dan DAU. Sementara belanja pegawai ASN yang dimaksud dalam ayat (1) pada pasal 3 ini terdiri atas belanja gaji dan tunjangan serta tambahan penghasilan PNS,\” papar Aria didampingi Kabag Keungan DPRD Tubaba Mawardi dan Kasubag Keuangan Eli.

Menurut Sekwan, penurunan pendapatan keuangan anggota DPRD tersebut, lanjut dia, tidak serta merta didasarkan atas kemampuan keuangan Pemkab Tubaba tahun 2020. Melainkan ini didasarkan pada pasal 4 ayat (1) Permendagri nomor 62 tahun 2017 yakni data yang digunakan sebagai dasar penghitungan merupakan data realisasi APBD 2 tahun anggaran sebelumnya dari tahun anggaran yang direncanakan.

Baca Juga  Pilkati Serentak Tubaba 2026, Para Bakal Calon Jalani Verifikasi Administrasi

\”Penghitungan kemampuan keuangan daerah ini memang dilakukan oleh tim anggaran pemerintah daerah,\” katanya.

Dengan dasar dua aturan tersebut, lanjut bung Aria sapaan akrabnya, pendapatan keuangan Ketua DPRD turun sekitar Rp8,4 juta/bulan dari tahun sebelumnya senilai Rp35,3 juta/bulan yakni menjadi Rp27,7 juta, wakil ketua turun sebesar Rp5,8 juta/bulan dari tahun sebelumnya Rp29,3 juta/bulan menjadi Rp23,8 juta/bulan, sementara untuk anggota turun Rp4,2 juta/bulan dari tahun sebelumnya per anggota kisaran Rp28,8 juta/bulan menjadi Rp25,1 juta/bulan.

\”Memang tahun ini ada perubahan peningkatan pada iuran BPJS tiap anggota,\” pungkasnya.(Arie)

Berita Terkait

Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna
Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik
Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan
HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat
Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:15 WIB

Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 19:03 WIB

Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Jumat, 11 September 2026 - 01:50 WIB

APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 11 September 2026 - 01:48 WIB

Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung

Jumat, 11 September 2026 - 01:45 WIB

Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Jumat, 11 September 2026 - 01:43 WIB

Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 01:28 WIB

Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:41 WIB