Siswi SMP Korban Asusila di Bandarlampung Didampingi Psikolog

Redaksi

Senin, 14 Maret 2022 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bandarlampung, Sri Asiyah, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/4). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bandarlampung, Sri Asiyah, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/4). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemkot Bandarlampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memberikan pendampingan psikolog kepada siswi korban asusila.

Salah satu siswi di SMPN Bandarlampung menjadi korban asusila yang dilakukan gurunya sendiri.

Kepala Dinas PPPA Kota Bandarlampung, Sri Asiyah, menuturkan pemerintah kota langsung memberikan pendampingan setelah mendapatkan laporan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita langsung turun mendampingi korban dan membawa ke psikolog,” kata dia ketika dihubungi, Senin (14/3).

Sri Asiyah menjelaskan korban asusila sudah dibawa ke rumah aman sementara pelaku ditahan di Mapolsek Kedaton.

Dinas PPPA, lanjut dia, saat ini fokus mendampingi korban untuk memulihkan kesehatan mental korban atau trauma healing.

“Kami mengajak psikolog memberikan trauma healing, supaya anak lebih baik, bekerja sama dengan psikolog dari UIN Raden Intan Lampung,” ujar dia.

Sri Asiyah menjelaskan pihaknya akan terus mengikuti proses hukum yang telah berjalan. Hal ini sesuai harapan orangtua korban yang meminta pelaku diproses menurut hukum yang berlaku.

“Kalau nanti kasusnya berlanjut ke proses hukum selanjutnya, kami ada psikolog klinis yang mendampingi bekerja sama dengan UPTD Provinsi Lampung,” kata dia.

Untuk menghindari hal serupa terjadi, Sri Asiyah mengimbau agar orang tua mengawasi anak-anaknya saat belajar daring (dalam jaringan) di masa pandemi Covid-19.

Orangtua diminta tidak membiarkan anak-anak bermain gadget sepanjang waktu karena buruk untuk kesehatan mata dan mental.

” Selesai belajar daring tolong diawasi. Banyak kasus-kasus berawal dari medsos. Anak-anak karena gadget berpacaran yang akhirnya  kebablasan,” tutup dia. (Josua)

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Membuka Ruang Cyber Harassment

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 07:25 WIB

Bupati Pringsewu Buka Seminar Nasional “How To Be A Great Teacher”

Jumat, 3 April 2026 - 07:23 WIB

Bupati Pringsewu Lantik Puluhan Pejabat Administrator dan Pengawas

Rabu, 1 April 2026 - 17:28 WIB

300 Industri Genteng Terancam Tutup, Kapolres Pringsewu Ambil Diskresi Bantu Pengrajin

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:29 WIB

Usai Mudik Lebaran, Warga Mulai Ambil Kendaraan Titipan di Polres Pringsewu

Senin, 30 Maret 2026 - 18:39 WIB

Apel dan Halal Bihalal 2026, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:14 WIB

PWI Pringsewu Bagikan Daging dan THR Jelang Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:02 WIB

PSI Pringsewu Bagikan Takjil dan Kunjungi Ponpes

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:45 WIB

Rahayu Sri Astutik Riyanto Dikukuhkan Jadi Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:39 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 20:56 WIB