Pandemi Covid-19 Membuka Ruang Cyber Harassment

Redaksi

Rabu, 9 Februari 2022 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana (kiri) membuka acara yang digelar Dinas PPA setempat di Hotel Emersia, Rabu (9/2). Foto: Dok. Humas

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana (kiri) membuka acara yang digelar Dinas PPA setempat di Hotel Emersia, Rabu (9/2). Foto: Dok. Humas

Bandarlampung (Netizenku.com): Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana membuka Pelatihan Manajemen Kasus bagi Lembaga Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Bandarlampung, Rabu (9/2), di Hotel Emersia.

Dia menyampaikan selama pandemi Covid-19 banyak terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada perceraian dan kasus kekerasan seksual pada anak.

“Bunda minta tolong pada pemerhati anak dan perempuan, dengan dampak varian Omicron sekarang ini, bisa memberikan penyuluhan bahwa kehidupan berumah tangga ini banyak lika-likunya,” kata Eva Dwiana usai membuka kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Lampung turut hadir dalam kegiatan yang digelar Dinas PPA Kota Bandarlampung.

Baca Juga  Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla

Aira Darmayanti Duarsa SH dari Tim Profesi UPTD PPA Lampung menjelaskan di masa pandemik bukan hanya kegiatan sekolah saja yang daring (dalam jaringan) namun juga kejahatan seksual.

Perempuan rentan menjadi korban cyber harassment atau intimidasi dunia maya untuk menakut-nakuti, merundung, atau mengancam korban.

“Ada orang pacaran kemudian video call seks, tiba-tiba si cowok langsung screenshot, dan dijadikan untuk memeras si cewek. Ada juga pria yang mengiming-imingi perempuan agar mau merekam dirinya dengan tidak memakai baju. Kami di UPTD PPA sudah berapa kali menerima laporan seperti itu,” kata dia.

Hal itu mengakibatkan korban merasa malu, benci, frustrasi, mengalami perubahan kepribadian, dan berpotensi melakukan bunuh diri.

Baca Juga  Rp42,3 Miliar Disiapkan, 15 Ruas Jalan di Tubaba Mulai Digarap Akhir Agustus

“Yang mirisnya lagi, orangtuanya enggak tahu. Padahal putrinya merasa tertekan karena harus mengeluarkan duit terus untuk memenuhi kebutuhan cowoknya,” ujar dia.

Menurut Aira, orangtua sejatinya bisa mengikuti perubahan zaman, ada kalanya orangtua harus berperan sebagai sahabat bagi anak-anaknya.

“Karena era anak-anak sekarang berbeda dengan masa dulu. Mereka memerlukan seseorang yang bisa mendengarkan dia,” kata dia.

Aira mengatakan agar terhindar dari cyber harassment, orangtua diharapkan mendidik anak-anaknya lebih bijak menggunakan media sosial.

“Hindari konten yang bersifat sangat pribadi, karena media sosial tidak selalu terbuka untuk semua orang, kemudian bijak memilih teman, dan memikirkan konsekuensi dari sebuah konten yang akan diunggah,” ujar dia.

Baca Juga  Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD

Aira juga mengajak masyarakat untuk melaporkan dirinya apabila menjadi korban kejahatan cyber harassment.

Korban atau masyarakat dapat menghubungi nomor layanan pengaduan UPTD PPA Lampung di (0721) 709600 selama hari kerja dari Senin-Jumat, pukul 07.30-16.00 WIB.

Bisa juga dengan mendatangi kantor UPTD PPA Lampung beralamat di Jalan Puri Besakih Blok EE.5 Taman Putri, Way Halim, Bandarlampung.

“Kita menyediakan 4 Pendamping, satu lawyer, dan satu psikolog klinis. Tidak dipungut biaya, mulai dari awal pelaporan, pendampingan, sampai selesai kasusnya, dan dijamin kerahasiaan identitas korban sesuai kode etik,” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD
Sekolah Rakyat Tubaba Siap Dibangun, 2.520 Anak Keluarga Kurang Mampu Bakal Dapat Pendidikan Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:15 WIB

Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 19:03 WIB

Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Jumat, 11 September 2026 - 01:50 WIB

APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 11 September 2026 - 01:48 WIB

Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung

Jumat, 11 September 2026 - 01:45 WIB

Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Jumat, 11 September 2026 - 01:43 WIB

Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 01:28 WIB

Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:41 WIB