Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan di Bandarlampung

Redaksi

Kamis, 9 September 2021 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegiat medsos IG @lampunginsta Rizki Anugrah Virgiawan bersama Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi dalam kegiatan Sosialisasi Pilkada Bandarlampung 2020 di Easy Cafe Enggal, Sabtu (24/10). Foto: Netizenku.com

Pegiat medsos IG @lampunginsta Rizki Anugrah Virgiawan bersama Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi dalam kegiatan Sosialisasi Pilkada Bandarlampung 2020 di Easy Cafe Enggal, Sabtu (24/10). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): KPU Kota Bandarlampung akan menyelenggarakan Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan di kota Tapis Berseri menjelang dimulainya tahapan Pemilu Serentak 2024 pada Januari 2022 mendatang.

Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan program pendidikan pemilih untuk meningkatkan partisipasi pemilih mandiri dan rasional di Pemilu Serentak 2024.

Baca Juga: Pemilih Mandiri dan Rasional dari Desa untuk Pemilu 2024

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KPU Kota Bandarlampung, Dedy Triadi, saat dihubungi kemarin mengatakan hal tersebut merupakan instruksi KPU RI.

“Kita meminta dukungan kepada pemerintah daerah dan DPRD, sekarang kan lagi membahas anggaran untuk APBD Perubahan, kita mengajukan agar kita disupport menindaklanjuti pendidikan pemilih,” ujar dia.

Baca Juga: Pemkot-DPRD Bandarlampung Sepakati MoU KUP PPAS Perubahan APBD 2021

Mantan jurnalis ini menjelaskan KPU telah menyusun desain program dengan membangun simpul-simpul relawan pendidikan pemilih, menyelenggarakan workshop dan simulasi untuk kemudian ditindaklanjuti di 2022.

Program Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan direncanakan mulai berjalan di bulan Oktober-Desember 2021.

“Yang kita minta ini support untuk program sampai akhir tahun ini karena dari KPU RI sudah menginstruksikan tapi anggarannya belum ada. KPU RI meminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah kota dan DPRD untuk mendukung program ini,” kata dia.

KPU Kota Bandarlampung juga telah menyiapkan road map menuju Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan dengan menyelenggarakan diskusi virtual Serial Pendidikan Pemilih, Literasi Demokrasi dan Kepemiluan pada akhir Agustus 2021 lalu dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, jurnalis, perwakilan pemerintah daerah, dan civil society.

“Kita lagi melakukan finalisasi program, kemarin kita mengadakan sesi diskusi pendidikan pemilih untuk menyerap masukan dan catatan-catatan kritis, juga evaluasi terkait dengan proses sosialisasi literasi pendidikan pemilih,” ujar dia.

Baca Juga: Hak Pilih Transgender di Pemilu Inklusif dan Partisipatif

Dalam diskusi virtual Serial Pendidikan Pemilih, Literasi Demokrasi dan Kepemiluan, Senin, 30 Agustus 2021, Dedy Triadi menyebutkan terdapat 3 kelurahan kategori partisipasi rendah pada Pilkada 2020 yakni Kelurahan Pahoman (50,09%), Kelurahan Jagabaya III (51,12%), Kelurahan Gedongmeneng (52,87%).

Sementara 3 kelurahan kategori partisipasi tinggi pada Pilkada 2020 yakni Kelurahan Ketapang (84,01%), Kelurahan Ketapang Kuala (83,75%), dan Kelurahan Kaliawi Persada (83,58%).

Untuk tingkat partisipasi pemilih Pilkada 2020 di Kota Bandarlampung pada Rabu, 9 Desember lalu mencapai 69,13%. Meningkat bila dibandingkan dengan Pilkada 2015 dengan tingkat partisipasi 66,63%.

Dalam webinar tersebut, Dedy Triadi memaparkan Program Kelurahan Peduli Pemilu & Pemilihan atau KP3 dapat berhasil atau terwujud, ditentukan beberapa faktor.

Di antaranya kondisi pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, dukungan dan bantuan Pemerintah Kota Bandarlampung, partisipasi dan peran serta aktif elemen masyarakat mengikuti program, dan dukungan kerja sama pemangku kepentingan seperti Partai Politik, Media Massa, Akademisi, Ormas/OKP/LSM, Lembaga pendidikan dan Perguruan Tinggi, maupun elemen lainnya. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bidik PNBP Kehutanan, Pemprov Lampung Gandeng BPHL VI Bentuk Tim Khusus

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:18 WIB

Antrean Solar Mengular Hari Demi Hari, Budiman As Tuntut Penjelasan Pertamina

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:02 WIB

BBM Non-Subsidi Naik, DPRD Lampung Ingatkan Efek Domino ke UMKM dan Daya Beli

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

APBD Seret Bukan Alasan! Warga Linggapura Nekat Bangun Jalan Sendiri

Senin, 15 Juni 2026 - 14:31 WIB

Budiman AS Ramaikan Bursa Calon Ketua DPD Partai Demokrat Lampung

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Demo Mahasiswa di Pemprov Lampung Memanas, Massa Desak Masuk Halaman Kantor

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:08 WIB

Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:03 WIB

Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026

Berita Terbaru

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB