oleh

YLKI Nilai PDAM Buruk, Begini Tanggapan Herman HN

Bandarlampung (Netizenku.com): Walikota Bandarlampung, Herman HN menanggapi sebuah rilisan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Lampung, yang menilai pendistrbusian air bersih PDAM Way Rilau tempati urutan pertaman dengan pelayanan terburuk.

Menanggapi hal tersebut, Herman HN justru mempersilahkan lawan pihak untuk menilainya. Sebab, menurut Herman, masyarakat Bandarlampung yang merasakan sesungguhnya pelayanan.

“Ya bagi dia ya nggak papa lah. Rakyat yang merasakan.” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bandarlampung, Rabu (19/6).

Herman HN mengungkapkan, pihaknya sudah semaksimal mungkin dalam penanganan penyediaan air di Kota Tapis Berseri, “Kita sudah semaksimal mungkin bagaimana, ini kan kita tambah lagi. Mungkin air gak ngalir danggap kurang, ya daerah lain kan sama.” kata dia.

Baca Juga  Ancang-ancang Bawaslu Jelang Pemilu

Herman juga menegaskan bahwa semua keluhan telah diatasi, salah satunya proyek kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). “Ya semua keluhan itu kan sudah kita atasi, kita buat pipa baru bagaimana sambungan yang baik. Ya silahkan dia nilai aja nggak ada masalah. Rakyat yang merasakan.” jelasnya.

Baca Juga  Hari Anak Nasional, Herman: Anak di Bandarlampung Harus Bersekolah

Ditanya soal himbauan khusus terhadap PDAM Way Rilau, Herman mengungkapkan bahwa tidak adanya himbauan khusus terhadap pihak PDAM Way Rilau terhadap nilai merah tersebut.

“Nggak ada himbauan. Saya kan berupaya. PDAM itu kan punya saya, bukan dia berdiiri sendiri. Semua perushaan daerah itu punya saya. Artinya saya sebagai walikota. Namanya rakyat kan bermacam-macam. Apalagi media sosial sekarang udah semau-maunya, yanggak papa, tapi bagaiman kita dapat meningkatkan pelayanan supaya lebih baik. “ kata Herman.

Baca Juga  Harapkan Penyelenggaraan Pemerintah yang Baik, BPSDM Gelar Uji Kompetensi P2UPD dan Satpol PP

Ia kembali menegaskan, pihaknya telah bersih keras berupaya dalam mencukupi kebutuhan air di Kota Tapis Berseri ini. Keseriusan dibuktikan pada peninjauan proyek KPBU-SPAM di Desa Relung Helok, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (18/6) kemarin.

“Kemarin kan pada ikut saya, saya berupaya karena bagaiman air di Bandarlampung ini tercukupi, saya berupaya dari tahun 2010 bagaiman ini berhasil. Tapi kan baru berhasil kemarin. Dan tahun 2020 kan ini selesai. Sekitar 60 ribu sambungan.” tutupnya. (Adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *