Wiyadi Minta Posko Penyekatan Dijaga 1×24 Jam

Redaksi

Selasa, 4 Mei 2021 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, Selasa (4/5), saat ditemui usai pelantikan PAW di Gedung DPRD Kota setempat. Foto: Netizenku.com

Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, Selasa (4/5), saat ditemui usai pelantikan PAW di Gedung DPRD Kota setempat. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, meminta Pemerintah Kota setempat memperketat penjagaan di pintu keluar masuk Kota Bandarlampung menjelang perayaan Idulfitri 1442 Hijriah.

\”Posko penyekatan penjagaan 1×24 jam. Kita sudah sampaikan kepada mereka, mulai dari hari ini sampai tanggal 6 lebih diketatkan lagi terutama di pintu tol,\” kata Wiyadi usai pelantikan anggota DPRD Kota Bandarlampung pengganti antar waktu (PAW), Selasa (4/5).

Pemerintah Kota Bandarlampung sejak 14 April 2021 mendirikan posko penyekatan di lima titik jalur keluar masuk kota setempat yaitu Posko Rajabasa, Posko Lematang, Posko Sukarame, Posko Panjang, dan Posko Kemiling.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Posko Penyekatan untuk mengantisipasi para pemudik, sesuai anjuran pemerintah pusat, masyarakat dilarang mudik untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Wiyadi juga meminta Pemerintah Kota untuk lebih intensif melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.

\”Seperti pasar, sebelum para pedagang datang, diminta untuk melakukan penyemprotan disinfektan,\” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Selain memperketat pengawasan, Satgas Covid-19 Tingkat Kelurahan juga diminta lebih aktif menyosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19 di lingkungannya.

\”Baik di tempat wisata, maupun di komplek perumahan warga itu sendiri,\” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Provider Semrawut

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Bandar Lampung Gandeng Solok Jaga Pasokan Cabai dan Bawang

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:23 WIB

BPBD Bandar Lampung Siagakan Empat Tangki Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:08 WIB

Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Berita Terbaru

Pringsewu

Pringsewu Perkuat Pendidikan Politik bagi Generasi Muda

Kamis, 6 Agu 2026 - 15:16 WIB