oleh

Walikota Resmikan Tugu Lintas Agama

Bandarlampung(Netizenku.com): Toleransi antar umat beragama di negeri ini sangatlah penting. Bentuk toleransinya pun beragam, salah satunya seperti Tugu Kerukunan Lintas Agama yang baru saja diresmikan, Jalan Bahari, Panjang Utara, Panjang, Bandarlampung, Rabu (29/1).

Dengan diresmikannya tugu tersebut, Kota Bandarlampung disebut-sebut menjadi kabupaten/kota pertama yang memiliki Tugu Lintas Agama. Pembangunan dan peresmiannya merupakan bentuk untuk memperkuat persatuan antar umat beragama di wilayah setempat.

Tentunya hal ini sesuai dalam pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Di mana negara menjamin kemerdekaan setiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya.

Baca Juga  Hamartoni Harapkan UKW Hasilkan Wartawan Hebat

Oleh sebab itu, Walikota Bandarlampung, Herman HN, menjelaskan bahwa pemerintah setempat tidak akan bersikap pilih kasih pada suatu agama.

\”Semua diperlakukan sama. Namun mayoritas yang lebih besar,\” kata Herman HN, dalam persemian tugu tersebut.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini menjelaskan dasar Pemerintah Kota Bandarlampung membangun tugu lintas agama. Ia mengatakan tugu ini dibangun sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan setempat.

Baca Juga  Telan Jarum Pentul, Balita Terselamatkan Alat Canggih RSUDAM Lampung

\”Ini cerminan karenanya KUA Kecamatan Panjang dapat juara 3 tingkat Nasional KUA se-Indonesia. Jadi kita beri bonus, bahwa tugu kerukunan agama ini diletakan di Panjang,\” ungkapnya.

Herman HN berharap di Kota Bandarlampung masyarakat dapat senantiasa menjaga, menjalin, dan mempererat toleransi, terkhususnya pada umat beragam agama. Sebab, menurut Herman sebagai warga negara kita harus menjunjung tinggi NKRI.

\”Bagaimana negara kesatuan Indonesia ini harus kokoh harus kuat, kita bersatu padu untuk membangun negara ini,\” kata dia.

Baca Juga  Dewan Pers Himbau Pemda Dukung Terbentuknya Media Watch

Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Keuskupan Tanjungkarang, Romo Roy, mangatakan bahwa Kerukunan, persaudaraan dan kedamaian adalah kebutuhan hidup setiap orang dalam kebersamaan di tengah kebhinekaan.

Maka setiap orang tanpa kecuali, entah apapun agamanya, suku dan budayanya, mempunyai tugas penggilan untuk menciptakan, merawat dan memupuk kerukunan.

\”Tugu ini menjadi simbol nyata komitmen kita untuk tetap terus dan selalu menjaga kerukunan bersama.
Kerukunan, kedamaian, persaudaraan dari Lampung untuk Indonesia Jaya,\” pungkasnya. (Adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *