Liwa (Netizenku.com): Tiga hari terakhir, beredar video yang berisi sejumlah anak SDN 1 Padang Cahya kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, berjoget ria dengan iringan musik remix, yang mereka lakukan seusai menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas VI, Sabtu (4/5).
Sebagai bentuk rasa tanggungjawab, kepala SDN Padang Cahya, Rosidawati, menyampaikan pengunduran diri secara tertulis yang disampaikan kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Senin (6/5).
Peristiwa tersebut mendapat respon beragam dari berbagai pihak, ada yang mencela dan bahkan prihatin akan moral anak bangsa. Yang menjadi sorotan dari netizen, bukan hanya anak-anak di atas panggung dan depan sound system, tetapi kemana guru-guru di sekolah tersebut dan orang tua mereka yang melakukan pembiaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Juru bicara Kerajaan Paksi Pak Sekala Bkhak Kepaksian Pernong, Seem R Canggu gelar Raja Duta Perbangsa, ikut prihatin dengan peristiwa tersebut, yang menilai apa yang terlihat dari video tidak mencerminkan kebudayaan masyarakat, yang kelestariannya terjaga dengan baik.
\”Sekala Bekhak merupakan pusat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak, maka sudah selayaknya bumi Lampung Barat menjadi pioner menjaga kearifan lokal termasuk bidang musik dan seni tari,\” kata Raja Duta Perbangsa, Selasa (7/5).
Dijelaskan, Raja Duta Perbangsa, Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong, selama ini menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada masyarakat yang telah ikut melestarikan dan membangkitkan kembali adat budaya masyarakat dari kepunahan.
\”Budaya dan tradisi itu merupakan identitas kita, maka PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 memberi anugerah \”Tulus Penghakhi\” kepada Mukhlis Basri Bupati Lampung Barat periode 2007-2012 dan 2012-2017, yang merupakan anugerah adat tertinggi di Kepaksian Pernong,\” katanya.
Perjuangan Mukhlis Basri, membangkitkan kembali adat budaya masyarakat Bumi Sekala Bekhak, dilanjutkan Bupati dan wakil Bupati, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin, yang menghidupkan kembali Orkes Gambus Lampung dan Nyambai. Dan terbukti di setiap sudut kampung di Lampung Barat saat ini terdapat group Orkes Gambus dan Nyambai.
\”Pak Parosil dan Pak Mad Hasnurin selalu bangga, di setiap acara nyanyi Lampung dengan iringan orkes Gambus Lampung, ikut serta nyambai dengan berbagai komunitas masyarakat, tetapi sangat disayangkan masih ada sekolah yang menggelar acara pelepasan dengan mengundang hiburan organ tunggal,\” sesal Raja Duta Perbangsa.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran dan dirinya mengajak masyarakat Lampung Barat untuk bangga dengan adat dan seni budaya lokal. (Iwan)








