UMKM Bandarlampung Siap Naik Level Bersama PGN Lampung

Leni Marlina

Rabu, 20 November 2024 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar memaparkan kelebihan produk Gaskita kepada UMKM. (Leni/Nk)

Area Head PGN Lampung, Ahmad Abrar memaparkan kelebihan produk Gaskita kepada UMKM. (Leni/Nk)

Bandarlampung (Netizenku.com): Kepercayaan Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lampung terus meningkat terhadap penggunaan gas bumi yakni Gaskita PGN. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya yang berpindah dari pengguna gas tabung ke Gaskita.

Salah satu pengguna Gaskita sejak 2019 yakni Vitra Aeiny, pemilik outlet tumpeng sedop di Jalan Pagar Alam, ia mengklaim hemat hingga 64 persen penggunaan bahan bakar Gaskita dibanding produk lain.

“Kalau dikonfersikan, kami hemat hingga Rp71 juta lebih per bulan, dibandingkan dengan penggunaan produk lain sebelumnya. Begitu juga dengan outlet lainnya seperti Delecta, kami juga sudah membuktikan efisiensinya,” katanya saat ditemui usai acara Bersama PGN UMKM Naik Level di Holiday Inn, Bandarlampung, Rabu (20/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DPC Bandarlampung ini, juga tak segan mengajak pelaku UMKM lainnya yang hadir untuk tidak ragu menjadi bagian dari pengguna Gaskita, karena telah terbukti lebih hemat.

Ia menyebutkan dari 40 anggota PPJI Bandarlampung, saat ini lebih dari 10 telah menjadi pelanggan Gaskita. Menurutnya yang hingga saat ini belum berpindah rata-rata karena belum memahami cost atau biaya yang keluar dari usahanya, sehingga margin keuntungan akan lebih terlihat. Untuk itu ia juga tak segan mengedukasi keanggotanya atau pelaku UMKM lainnya bagaimana agar UMKM dapat naik level bersama PGN kedepan.

Pada kesempatan yang sama, Area Head Pertamina Gas Negara (PGN) Lampung, Ahmad Abrar, memaparkan berbagai kelebihan menggunakan gas bumi bagi pelaku UMKM.

Abrar mengatakan produk gas bumi dari PGN yaitu Gaskita punya banyak benefit bagi pelaku usaha. Di antaranya penggunaannya praktis karena tidak perlu repot mengangkat dan mengganti tabung gas. Gas langsung terhubung melalui jaringan pipa bawah tanah.

Kemudian hemat tempat, karena pelaku UMKM tidak perlu menyiapkan ruangan untuk tabung gas. Gaskita juga dipastikan selalu tersedia dan tidak pernah mengalami kelangkaan.

“Jadi tidak perlu takut kehabisan gas saat lagi ramai order. Kapasitasnya sangat besar dan kami pastikan selalu tersedia 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu,” kata Abrar dalam pertemuan dengan 42 pelaku UMKM tersebut.

Untuk transaksinya juga gampang dan transparan. Pengguna hanya membayar sesuai jumlah yang terpakai di meteran gas.

“Berapa yang digunakan di meter gas itulah yang ditransaksikan. Jadi selain hemat tidak ada drama-drama misalnya harganya dinaikkan itu nggak ada,” ujarnya.

Meski tidak dapat subsidi dari pemerintah, harga gas bumi dari PGN dipastikan stabil tanpa fluktuasi. Hal itu menjadi pemicu semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang beralih ke gas bumi.

Soal keamanan, Abrar memastikan semua fasilitas gas yang dimiliki PGN Lampung sudah memenuhi standar internasional.
Sementara untuk UMKM yang belum tersedia jaringan pipa gas, PGN juga punya produk lain, yaitu CNG Cylinder. Yaitu gas alam yang dikompresi ke dalam tabung.

Area Head Gagas Energi Lampung, Salvius Seto Bramandita, mengatakan penggunaan CNG juga lebih terjangkau bila dibandingkan gas LPG.

Seto memaparkan dari hasil perbandingannya. Misal kebutuhan bahan bakar gas di satu usaha sebesar 401 Kg per bulan, itu setara dengan 500 meter kubik gas CNG.

Maka perbandingan biayanya yaitu LPG sebesar Rp7,6 juta, sementara gas bumi CNG Rp6,2 juta.

“Maka ada penghematan biaya bahan bakar hingga Rp1,3 juta per bulan atau setara 18 persen,” jelasnya.

Ada beberapa benefit lain pada gas bumi CNG. Di antaranya mudah dan ramah dalam pemakaian serta pemeliharaan alat. Gasnya mudah terurai di udara dan gampang terdeteksi jika terjadi kebocoran (bau menyengat).

“Selain itu fleksibel, volumenya sesuai kebutuhan pelanggan per bulan, serta mudah dalam penggunaannya,” jelasnya.

Untuk itu, PGN mengajak para pelaku UMKM di Bandarlampung memanfaatkan gas bumi. Masyarakat bisa menghubungi WA 08151 1500 645 bagi yang ingin mencapatkan informasi lebih dalam. PGN Lampung memastikan tidak ada biaya pemasangan bagi pelaku UMKM yang ingin berlangganan gas bumi. (LENI)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 April 2026 - 17:54 WIB

Pemprov Lampung Susun Roadmap ETPD 2026–2028, Bidik Prestasi TP2DD 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:51 WIB

IJP Lampung Jajaki Pembentukan Koperasi Bersama Dinas Koperasi

Rabu, 8 April 2026 - 13:32 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Daerah untuk Optimalkan PAD

Selasa, 7 April 2026 - 18:38 WIB

Lampung Siapkan PLTSa 1.000 Ton Per Hari, Target Beroperasi 2027

Berita Terbaru

Lampung

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 Apr 2026 - 21:49 WIB

Lampung

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Jumat, 10 Apr 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 18:05 WIB