“Terimakasih Pak Beny atas masukannya, insyaallah ke depan kita perbaiki semuanya. Tapi maaf saya tidak ada menyiapkan pantun,” ujar dia.
Namun beberapa menit kemudian, sebelum Aderly mengetok palu menutup sidang paripurna, anggota Fraksi Partai Golkar lainnya, Yuhadi, mengajukan interupsi.
Dia menegaskan kembali pernyataan rekan satu partainya, Benny H Nauly Mansyur, sehingga pembahasan raperda berjalan mulus dan tidak terjadi missing link, misunderstanding, dan anomali sistem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terus yang dikatakan Pak Beny ada dua pejabat yang secara administratif tidak bisa menandatangani (raperda), mungkin nanti Pak Deddy dan Bunda Eva yang lebih tahu bagaimana solusinya,” tutup dia.








