Temukan Barang Mencurigakan, RS Advent: Kalau itu Bom, Pasti Meledak Duluan

Redaksi

Senin, 20 Mei 2019 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): RS Advent Bandarlampung sempat digegerkan dengan penemuan barang yang mencurigakan. Pasalnya berdasarkan keterangan pihak setempat, barang tersebut diduga sebagai bom, Senin (20/5).

Melalui Marketing manager RS Advent, Otot sudarmono memberi keterangan, penemuan barang yang diduga bom tersebut ditemukan sekitar pukul 8.00 WIB oleh keluarga pasien.

\”Informasi dari keluarga pasien yang masuk ke security kemudian dilaporkan ke kamtibmas dan berakhir di Polsek.\” terangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, lanjut Otot Sudarmono, Polsek  setempat datang dan menginformasikan ke Polresta Bandarlampung. Setelah itu, Polresta menginformasikan kepada Gegana. \”Akhirnya dari jam 8.30. Gegana datang jam 10 lebih untuk meninjau barang yang diduga bom tersebut.\” jelasnya.

Otot menjelaskan, benda yang diduga bom tersebut berbentuk kotak hitam, dengan enam baterai besar berwarna hijau, serta beberapa kabel berwarna merah.

\”Bentuk barangnya ini tidak dimasukan didalam kardus. Barang itu sudah terakit. Ada kabel, ada batu batre. Dan itu sudah dilihat dan diambil. Entah itu bom atau tidak kami belum dapat informasi.\” kata dia.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Tim Gegana atau unit Jibom Satbrimobda Polda Lampung akhirnya mengevakuasi benda mencurigakan yang diduga bom di RS Advent sekitar pukul 11.45 WIB.

Tim Inafis Polresta Bandarlampung juga berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Benda diduga peledak tersebut, dievakuasi di ruang instalasi rawat inap RS Advent. Hingga berita ini dituturkan belum ada keterangan resmi dari Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutholib, maupun dari pihak RS.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Pengakuan Otot, saat ini tempat kejadian sudah netral. Terkait siapa yang dicurigai dirinya mengaku belum mendapatkan informasi. \”Kalau untuk dicurigai dari cctv masih belum ada konfirmasi.\” ungkapnya.

Otot Sudarmono sempat berkomentar, terkait para petugas yang datangnya sedikit terlambat. \”Gegananya agak lambat, kalau itu bom beneran, pasti sudah meledak duluan.\” tandasnya. (Adi)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB