Survey Rakata, Elektabilitas Herman-Sutono Terus Meningkat

Redaksi

Sabtu, 23 Juni 2018 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Lembaga Survei Rakata Institut gelar halal bihalal sekaligus merilis hasil survei seputar pemilu daerah pemilihan Lampung, di Hotel Emersia Bandarampung, Sabtu (23/6).

Satu hari sebelum masa tenang, Rakata Institute merilis hasil survey elektabilitas pemilu. Direktur Eksekutif Eko Siswanto mengatakan, acara ini merupakan halal bihalal terhadap insan media di Lampung lantaran telah mengawal prosesi Pilgub 2018 sekaligus mengumumkan hasil survei tingkat keterpilihan 4 Paslon.

Dilansir oleh Rakata Institute, elektabilitas pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik) unggul dibandingkan paslon lain. Artinya, jika Pilgub digelar hari ini, menurut Rakata Institute, pemenangnya adalah Arinal-Nunik, namun hal tersebut dapat berubah menjelang pemilihan 27 Juni mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paslon Arinal-Nunik unggul dengan 33,30 persen, disusul Herman HN-Sutono 31,30 persen, diikuti Ridho Ficardo-Bachtiar Basri 22,30 persen dan Mustafa-Jazuli dengan 10,50 persen. Sementara itu, swingvotter 2,6 persen,” ujarnya.

Diketahui, Pada 27 Juni 2018 Mendatang, quick count akan dilakukan di Hotel Emersia, dengan kuota 50 Media, dan 50 relawan. Dan pada saat ini, Rakata sudah melaunching aplikasi quick count di Play Store.

Dirinya juga mengatakan, gambaran awal seminggu sebelum pemilihan umum Rakata telah melakukan pemetaan, selain bertujuan untuk memetakan persaingan paslon dalam Pilgub Lampung, survey ini juga bertujuan untuk membuat peta terkini dengan menggunakan metode 1000 responden yang tersebar di Lampung.

“Sekali lagi ini adalah hasil sekarang, ini bisa berubah menejlang pemilihan 27 Juni mendatang” pungkasnya.(Melita/Agis)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:10 WIB

IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata

Kamis, 2 April 2026 - 12:24 WIB

BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung

Rabu, 1 April 2026 - 21:22 WIB

BMBK Lampung Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LHP BPK

Rabu, 1 April 2026 - 12:50 WIB

Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:03 WIB

Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:59 WIB

Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:50 WIB

Lampung Usia 62, Pemprov Lampung Tegaskan Arah Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 30 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pansus LHP BPK DPRD Lampung Rampungkan Tugas, Soroti Temuan Berulang

Berita Terbaru

Pesawaran

Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:31 WIB