Satu Malam 27an: Upaya Merawat Kewarasan

Redaksi

Kamis, 29 Juni 2023 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Di tanggal 27 Juni kemarin, sehari menjelang malam takbiran, UKMBS Unila, Keluarga Alumni UKMBS Unila (KAULA), KoBer, Klasika, dan segenap pemerhati kesenian dan kebudayaan di Lampung, kembali berkumpul di Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung dalam acara “Satu Malam 27an”.

Dengan tema “Seni, Pemoeda, dan Pergerakan” acara tersebut menghadirkan pembicara: Ari Pahala Hutabarat (Seniman & Budayawan), Neri Juliawan (Pemerhati budaya & Aktivis Kaula), dan Chepry Chairuman Hutabarat (Pemerhati budaya & Founder klasika). Acara yang dimulai pukul 19.30 itu, di buka dengan penampilan musik oleh Orkes Bada Isya dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi santai membahas perihal kebudayaan di Lampung saat ini.

Sebagai prolog diskusi, Ari Pahala Hutabarat (APH) memaparkan perihal bagaimana idealnya seni dan pemuda mengambil peran di tengah buruknya kondisi kebudayaan di Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur artistik Komunitas Berkat Yakin (KoBER) itu berujar bahwa ‘Kenyataan’ tidak pernah netral, tak pernah objektif, realitas ekonomi dan politik telah mengkonstruk semuanya, selera kita, persepsi kita. Kapitalisme telah menjadikan nilai ekonomi sebagai tolak ukur dari semua realitas kehidupan.

”Jadi jangan heran kalau sekarang ini otak para politisi, pejabat pemerintah, bahkan intelektual isinya cuma ‘daw’ (duit), karena itulah buah konstruk dari kapitalisme,” ungkap APH.

Menurut APH seni dan pemuda memiliki watak yang sama yakni sebagai “pemberontak”. Mestinya sudah menjadi tugas mereka untuk menolak sesuatu yang dianggap stabil dan menempati posisi sebagai oposan.

Neri Juliawan menggarisbawahi problem tersebut. Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa tak ada revolusi yang tidak dimotori oleh pemuda, yang mestinya bisa dijadikan semangat pemuda saat ini untuk memiliki kesadaran dalam menciptakan perubahan.

Baca Juga  Safari Ramadan, Mirza Ajak Warga Bandar Lampung Perkuat Gotong Royong

“Kesadaran ini bisa muncul jika para pemuda terus menciptakan “dialog”, untuk ‘membagi’ keresahan, ide-ide, menciptakan imajinasi bersama,” ujarnya.

Selanjutnya Chepry Hutabarat angkat bicara merespon kondisi saat ini. Pemuda kita sulit sekali untuk kritis, kita tidak tau kekuatan besar apa yang mengkonditioning kita, dan kita tidak tau musuh kita siapa saat ini, semuanya pasif dan mementingkan diri sendiri. Itu semua buah dari kapitalisme.

Ia menjelaskan bahwa konstruk tersebut terselubung dalam derasnya arus informasi saat ini melalui medsos atau internet, yang membuat kita terombang-ambing dalam lautan ketidakpastian dan membuat kesadaran kita hanya berpusat pada diri sendiri.

“Kita bertindak seakan sudah berumur tua. mindset kita hanya melulu ekonomi. oleh karena itu, diskusi apapun yang kita ikuti, gerakan apapun yang kita lakukan, jika mindset kita tak diubah, maka semua akan sia-sia,” ujarnya.

Baca Juga  Disnaker Lampung Siapkan Posko Aduan THR Pekerja

Founder Klasika itu mengatakan bahwa di sini peran guru menjadi penting, kita harus menemukan guru di diri kita masing-masing, yakni nurani.

Baginya, ‘guru’ itulah yang akan menuntun kita menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi realitas saat ini.

Peserta diskusi bertanya dan saling menanggapi. Dialog terjadi. Pukul 23.30 diskusi dicukupkan, dan ditutup dengan beberapa lagu penuh semangat oleh Orkes Bada Isya.

Fauzi, selaku ketua pelaksana acara tersebut, optimis bahwa “Satu Malam 27an” akan terus berlanjut untuk memberi sumbangsih bagi kemajuan kebudayaan di Lampung.

“Tidak terasa acara ini udah berjalan kurang lebih 2 tahun, rutin setiap bulan kita kumpul di sini. Harus kita akui di Lampung sangat minim ruang-ruang dialog semacam ini. Di sinilah peran kita, bahu membahu untuk Lampung yang lebih waras,” ujarnya. (Luki)

Berita Terkait

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata
DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas
Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:30 WIB

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata

Rabu, 22 April 2026 - 16:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Rabu, 22 April 2026 - 09:41 WIB

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata

Selasa, 21 April 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Selasa, 21 April 2026 - 11:14 WIB

Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas

Selasa, 21 April 2026 - 10:53 WIB

Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Senin, 20 April 2026 - 21:57 WIB

MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Berita Terbaru