oleh

Sahlan Sosialisasikan Efek Bahaya Narkoba pada Pemuda Lamsel

Lampung Selatan (Netizenku.com): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Sahlan Syukur menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

Kegiatan tersebut dihelat di Desa Purwodadi Dalam, Tanjung Sari, Lampung Selatan pada Kamis (21/7). Sosperda itu tampak dihadiri puluhan peserta yang merupakan karang taruna dari 5 dusun.

Dalam sambutannya, Sahlan menjelaskan bahwa narkoba hanya memberikan efek bahagia sementara bagi penggunanya, namun hal tersebut tak sebanding dengan efek negatif yang akan didapatkan.

Baca Juga  Raden Adipati: PSMI Mampu Tingkatkan Produksi Gula di Lampung

“Narkoba itu hanya memberikan efek bahagia sebentar. Ia memancing untuk mengeluarkan hormon bahagia sementara bagi tubuh pengguna. Namun hal tersebut tak sesuai dengan resikonya.

Karena di sini hampir semua peserta pemuda dan pemudi, saya mengimbau untuk bersama menjauhi narkoba. Kalau terjebak dan berkepanjangan, syaraf pasti rusak, mental terganggu dan masih banyak yang lainnya. Belum lagi masa depan pemuda-pemudi kita bisa suram,” jelas Sahlan.

Pada kesempatan itu juga hadir 2 narasumber, yakni Ustaz Suparman (Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme) dan Nur Prima Qurbani (Pengawas Pendidikan Provinsi Lampung).

Baca Juga  Wagub Chusnunia Tinjau Langsung Gugus Tugas Covid-19 Lampung Utara

Ustaz Suparman menjelaskan, bagi orang yang telah terlanjur dan sering menggunakan narkoba, berpotensi me dekam di pe jara dan berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

“Anak muda nih biasanya, kalau udah pakai narkoba suka ngajakin kawannya. Kan anak muda gak bisa ditantang. Awal coba-coba, kemudian keterusan.

Kalau sudah begitu potensi kena bui, dan itu bukan jaminan seorang pengguna akan berhenti. Yang sudah rehabilitasi pun kadang balik lagi pakai,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Prima Qurbani, mengatakan bahwa pada awalnya zat yang ada pada narkoba digunakan dalam dunia medis untuk menghilangkan rasa sakit saat operasi. Namun, hal tersebut disalahgunakan oleh orang yang bertanggungjawab.

Baca Juga  Pemprov Komit Dukung Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Perempuan

Ia juga mengajak agar seluruh peserta yang hadir pada kegiatan untuk menjauhi narkoba dengan banyak mengikuti kegiatan positif yang ada di masyarakat.

“Banyak berkegiatan positif akan menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat. Dalam pergaulan juga perlu ada batasan, dan yang terakhir jangan jauh dari agama. Mudah-mudahan kita terhindar dari hal-hal negatif seperti narkoba,” pungkasnya.(Agis)