S1 Sulit Dapat Pekerjaan, Ketersediaan Lapangan Kerja Masuk Level Pesimis

Avatar

Sabtu, 15 September 2018 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Sandiaga Uno yang maju menjadi bakal calon wakil presiden mengungkapkan, ketersediaan lapangan kerja di Indonesia sudah masuk ke level pesimis.

Dia melihat masyarakat lulusan di bawah S1 sulit mendapat pekerjaan.

\”Mengawali minggu akhir sebelum penetapan kami terus memantapkan pesan yang jelas agar bisa mendapat aspirasi masyarakat mengamati situasi kondisi ekonomi terkini, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan berkaitan dengan tentunya ketersediaan lapangan yang sekarang sudah masuk ke level pesimis ya,\” kata Sandiaga usai bermain Basket di Lapangan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Kita harus lakukan langkah-langkah yang terukur terutama di lulusan S1 ke bawah, SMA, SMP. Ini sudah mausk ke level pesimis,\” lanjut dia.

Melihat hal itu, Sandiaga berupaya untuk membangkitkan kembali peluang kerja buat masyarakat. Dia tak ingin lapangan kerja semakin sempit, menyentuh level pesimis yang lebih terperosok.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

\”Jadi kita harus bangkitkan satu diskursus yang mendalam, yang bisa membangun secara konstruktif, langkah apa yang bisa dilakukan agar kita tak terperosok lebih dalam lagi ke level pesimis yang lebih dalam,\” ujarnya.

Sandi menjelaskan, level pesimis ketenagakerjaan yang didapat dari Bank Indonesia per Mei 2018. Data itu membuatnya menyebut lapangan kerja di Indonesia terus menyempit.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

\”Kalau kita lihat bulan Mei 2018, data yang kami dapatkan dari Bank Indonesia itu indeks ketersediaan lapangan kerja sudah masuk ke level pesimis. Ini menunjukan satu afirmasi bahwa di akar rumput di masyarakat ada kekhawatiran yang mendalam terhadap ketersediaan lapangan kerja,\” paparnya. (dtc/lan)

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:39 WIB

Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:24 WIB

Puluhan Tahun Rusak, Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Kini Pangkas Waktu Tempuh Jadi 5 Menit

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harlah Ke-28, PKB Lampung Gelar Pasar Murah di 100 Titik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Lampung Desak Pertamina Benahi Distribusi Solar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:40 WIB

Pangdam XXI/RI Tinjau Pembangunan KDKMP di Lampung Barat

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pangdam XXI/RI Tekankan Sinergi Sukseskan KDKMP

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:06 WIB

RSUD Abdul Moeloek dan KAI Perluas Layanan Kesehatan Lewat Rail Clinic

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:59 WIB

Jihan Pimpin Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Lampung Selatan

Berita Terbaru

Bandarlampung

Ratusan Ribu Warga Padati Jalan Sehat HUT Kota Bandar Lampung ke-344

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:59 WIB

Lampung Selatan

LDK DEMA STAI Yasba Bekali Mahasiswa Keterampilan Jurnalistik

Minggu, 28 Jun 2026 - 10:12 WIB

Lampung

Harlah Ke-28, PKB Lampung Gelar Pasar Murah di 100 Titik

Minggu, 28 Jun 2026 - 10:09 WIB