Realisasi DD di Pekon Sumber Agung Dikeluhkan Warga

Redaksi

Minggu, 27 Januari 2019 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Barat (Netizenku.com):

Pembangunan di Pekon Sumber Agung yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) mulai dari tahun 2016-2018, disinyalir kurang sarat dengan korupsi.

Hal itu diungkapkan beberapa warga Sumberagung kepada wartawan usai mengkroscek hasil pembangunan pengerasan jalan di Pematang Kunjer, Pemangku Sumbersari rabat beton,  di jalan Talang Pemangku Sumbersari dan pengerasan jalan di Pemangku Penyimbang dan Way Perunan, Minggu (27/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SN (50) warga Sumbersari Pekon Sumberagung saat ditemui mengaku pengerasan jalan di Pematang Kunjer sangat asal-asalan, akibatnya jalan tersebut bukan tambah baik melainkan tambah rusak. “Setau saya pengerasan jalan harus ada pemadatan dan disiram pakai Sirtu (Pasir dan Batu) ini hanya cuma dipasang batu belah saja, akibatnya ya begini motor aja susah untuk melintas,” ujar SN.

Baca Juga  Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?

Warga lain menyebutkan, pada 2016 pembangunan rabat beton di jalan Talang, Pemangku Sumbersari volumenya dikurang, dari 1 kilometer menjadi 700 meter. Sisanya dipindah ke jalan sunor/kayu ratu dan jalan menuju pemakaman Sri Darma. Padahal untuk pembangunan jalan pemakaman Sri Darma dananya sudah ada tersendiri. Anehnya dana pembangunan jalan menuju pemakaman Sri Darma diambil dari dana pembangunan rabat beton di jalan Talang.

Sementara pengerasan jalan yang dananya bersumber dari DD dan ADD 2018, di Pemangku Way Perunan dan Penyimbang juga terkesan asal- asalan. Pengamatan wartawan, selain jarang dilalui kendaraan, jalan tersebut juga tidak terawat dan sebagian telah ditumbuhi rumput.

Baca Juga  Labuhan Jukung di Era Perubahan: Masuk Bayar, Parkir Bayar, Bersihnya Entah di Mana

Parahnya lagi, awalnya, pengerasan jalan di Pemangku Way Perunan dan Penyimbang diperuntukkan menjadi jalan penghubung antara Pekon Sumber Agung dan Negeri Ratu Ngambur. Namun entah alasan apa pengerasan jalan itu dibelokkan sehingga jalan penghubung dua pekon tidak terealisasi.

Saat dikonfirmasi, peratin setempat berujar apa yang dikatakan masyarakat adalah cerita bohong belaka. “Semestinya masyarakat bersyukur ada pembangunan.Persoalan kualitasnya bagus atau tidak, itu terserah sama TPK.Kalaupun ada warga yang tidak puas dengan hasil pembangunan itu sah-sah saja. Suara warga tidak ada urusan, saya yang Peratinnya,bukan mereka (warga),” ucap Wawan Sori.

Baca Juga  Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?

\”Suara warga tidak ada urusan, saya yang peratin bukan mereka,” tambahnya.

Ungkapan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua DPRD Pesibar dari PDI Perjuangan Piddinuri. Melalui pesan whatsapps nya Piddinuri  meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah.

\”Suara warga itu pasti ada urusan karena pengawasan melekat itu ada dengan rakyat. Maka penegak Hukum harus turun.  Negara tidak boleh kalah menghadapi seorang Peratin yang gak taat azas dan Hukum.  Dengan Setia Novanto aja Negara menang ,apa lagi cuma dengan Peratin. Mana jaksa,mana polisi,\” tambahnya.(Agus)

Berita Terkait

Labuhan Jukung di Era Perubahan: Masuk Bayar, Parkir Bayar, Bersihnya Entah di Mana
Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?
Bumi Lebu Bercerita, Warga Bercanda, Begitulah Ngejalang Fest 2025 Adanya
Ngejalang Fest 2025, Bumi Lebu Pesisir Barat Siap Menyala!
Ngejalang Fest Bumi Lebu: Desa Mini, Budaya Maksimal dan Drama Pantun Tanumbang
Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Resmi Beroperasi di Pesisir Barat
Keluarga Karya Kartadilaga Pulang Kampung ke Pulau Pisang
Tingkatkan Aksesibilitas Warga, Satgas TMMD Pasang Gorong-Gorong

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:51 WIB

Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Senin, 23 Februari 2026 - 15:27 WIB

DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:34 WIB

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:59 WIB

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Lampung

Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Senin, 23 Feb 2026 - 18:51 WIB

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB