Bumi Lebu Bercerita, Warga Bercanda, Begitulah Ngejalang Fest 2025 Adanya

iwan

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari pagi udara di Negeri Ratu Tenumbang sudah beda rasanya. Angin laut membawa wangi kopi, suara ibu-ibu menata stan kerajinan bercampur dengan denting gamolan yang dicoba anak-anak. Saya pikir, ah … inilah hari yang ditunggu. Ngejalang Fest 2025 akhirnya meledak hidup di tanah Bumi Lebu.

Negeri Ratu Tenumbang (Netizenku.com): Melihat Kepala Balai Pelestarian Wilayah 7, Iskandar Mulia Siregar, berdiri di tengah masyarakat dan ngomong penuh semangat soal keberagaman budaya, rasanya saya seperti melihat orang tua yang bangga melihat anaknya berhasil. ‘Kegiatan ini bukan cuma acara, tapi magnet yang narik wisatawan,’ katanya. Dan betul, belum jam sepuluh, jalanan sudah semarak oleh orang-orang yang penasaran.

Baca Juga  BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Lalu muncul Sai Batin Marga Tenumbang, Merah Gunawan, dengan wajah yang kayak habis dapat kabar gembira semalaman. Ia bilang, Desa Budaya Bumi Lebu masuk sebagai salah satu dari sepuluh penerima program Aktivasi Desa Pemajuan Kebudayaan Nasional. Saya lihat masyarakat yang dengar itu langsung saling tebak senyum; bangga, haru, lega—semua campur jadi satu. Saya ikut merinding.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Ricard Sambera, sang inisiator, orang yang selalu tampak seperti punya seribu ide dalam saku, menjelaskan Ngejalang Fest ini bukan sekadar tontonan. Ini ruang pulang—tempat identitas pesisir dirapikan lagi, dipertegas lagi. ‘Budaya itu bukan tinggalan, tapi napas,’ katanya. Dan saya percaya.

Hari pertama langsung padat: Museum Ruang Tamu yang bikin orang betah lama-lama, Himpun Adat yang khidmat tapi tetap hangat, permainan tradisional yang pecah sorak, Pekan Kanikan dan kerajinan yang wangi daun, dan Panggung Seni Kelasa Muloh Tungga yang bikin sore terasa pendek.

Baca Juga  Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG

Hari ini, Ngumbai Atakh siap bikin bulu kuduk berdiri, sarasehan budaya memancing banyak kata bijak dari tokoh-tokoh, dan Kelasa Muloh Tungga menyusul sebagai penutup yang pasti tidak kalah meriah.

Sebagai orang yang sering hilir mudik meliput budaya, hari ini saya cuma bisa bilang: Ngejalang Fest 2025 bukan sekadar momentum, ini semacam tanda bahwa Pesisir Barat sedang bangun, berdiri, dan bilang, ‘Hei, kami punya warisan yang tak akan hilang.’

Dan sebagai orang Negeri Ratu Tenumbang Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat, saya bangga jadi saksi. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG
Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher
Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”
Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:54 WIB

PWI Lampung Selatan Kirim 14 Atlet Ikuti Seleksi Porwanas 2027

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Tarif Tol Lampung Dinilai Belum Berpihak ke Warga

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:51 WIB

PB HMI Soroti Kenaikan Tarif Tol Bakter, Dinilai Bebani Ekonomi Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:51 WIB

Banggar DPRD Lamsel Lanjutkan Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:12 WIB

LDK DEMA STAI Yasba Bekali Mahasiswa Keterampilan Jurnalistik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:48 WIB

Zulhas Apresiasi IDS Sumatra 2026 Digelar Tanpa APBD

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:45 WIB

Petugas Kebersihan Tetap Siaga di Tengah Ramainya IDS Sumatra 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:43 WIB

IDS Sumatra 2026 Dongkrak Pendapatan Pedagang Kecil

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 163 | Rabu, 8 Juli 2026

Rabu, 8 Jul 2026 - 01:36 WIB

Lampung

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:07 WIB