Pssst..!! Ada KPK dan 9 Naga di Lampung…

Redaksi

Rabu, 1 Agustus 2018 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Nizwar Affandi. (Pembaca dan pemerhati berita)

Oleh Nizwar Affandi. (Pembaca dan pemerhati berita)

Sejak KPK dibentuk tahun 2002, selama 14 tahun sampai 2016 Lampung masih mencatat cleansheet (lembaran bersih), tidak ada satupun kepala daerah yang terjerat kasus korupsi (dengan segala variannya) di lembaga itu. Sampai pertengahan 2016, mulai dari Aceh sampai Sumsel dan Bengkulu sudah puluhan kepala daerah yang ditangkap dan bermalam di Kuningan. Lampung seperti dilompati, KPK langsung menyeberang ke Banten dan Jabar.

Oktober 2016 catatan bersih selama 14 tahun itu berakhir, Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan menjadi kepala daerah pertama dari Lampung yang menjalani pemeriksaan intensif dan dua bulan kemudian ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.

17 bulan setelah Tanggamus, publik dikejutkan dengan berita operasi tangkap tangan (OTT) yang berujung pada penetapan tersangka dan penahanan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Pemberitaannya lebih ramai karena yang bersangkutan saat itu Ketua DPW Partai Nasdem, calon gubernur dan peristiwanya terjadi di tengah tahapan pilgub.

Hanya berselang lima bulan kita kembali dikejutkan dengan berita OTT terhadap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Kegaduhan yang terjadi di lini media tidak kalah ramainya karena beliau Ketua DPW PAN, juga adik kandung tokoh nasional Ketua MPR-RI, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, yang kebetulan juga sedang digadang-gadang menjadi bakal calon wakil presiden dari partai yang dipimpinnya.

Saya sama sekali tidak memiliki kompetensi untuk mengomentari semua kasus itu dari pendekatan hukum. Saya hanya ingin mencermatinya dengan pengamatan awam kelas warung kopi, sesuai dengan rendahnya derajat pengetahuan saya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Samsudin Tinjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Bandar Lampung

Tiga peristiwa dalam 22 bulan terakhir mengakhiri penantian panjang publik Lampung selama 168 bulan sejak KPK lahir. Desas-desus tentang praktek kotor dalam pengelolaan anggaran publik di Lampung sepertinya sudah menjadi diskursus lama, bukan wacana baru yang baru diketahui publik 2-3 tahun ini saja. Sesuatu yang tadinya selama belasan tahun sudah hampir dianggap imajiner seketika menjadi faktual dengan tiga peristiwa itu. Ternyata yang dianggap kabar burung itu benar adanya, burungnya sudah pergi meninggalkan kabarnya kepada kita.

Ada pertanyaan yang menarik untuk dilamunkan; \”apakah penangkapan tiga kepala daerah itu menggambarkan perilaku koruptif di tubuh penyelenggara pemerintahan di Lampung baru sekedar sympton (gejala) atau sudah menjadi epidemic (wabah)?\”. Hemat saya jika ukurannya adalah jumlah yang ditangani oleh KPK, bisa jadi itu baru sekedar gejala. Tetapi jika kasus-kasus lain di Kejaksaan (baik yang sudah maupun sedang berlangsung) juga dihitung, saya kira kita bisa sependapat bahwa perilaku koruptif sudah mewabah di Lampung.

Wabah yang ternyata dapat melintasi beragam etnis dan budaya, melampaui batas ideologi partai politik, dan menembus sekat zaman. Hampir mustahil rasanya membayangkan teman-teman yang dua dekade lalu begitu kencang mengepalkan tangan meninju udara berteriak lantang soal perilaku koruptif Orde Baru, kini tergelincir ke lubang yang sama.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Janjikan Atlet Peraih Medali PON Dapat Bonus Luar Biasa

Dari sisi politik elektoral dan budaya politik, terdapat fakta-fakta yang cukup menarik pasca ketiga peristiwa itu.

Kita mulai dari fakta pertama: Dewi Handajani istri mantan Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan masih dapat memenangkan Pilkada di Tanggamus dan Paslon Mustafa-Jajuli masih dapat memperoleh 24% suara dan menempati posisi kedua dalam Pilgub di Lampung Tengah. Apakah ini menunjukkan begitu kuatnya ikatan loyalitas yang terjalin antara mereka dengan pemilih atau memang rakyat kita yang cenderung permisif mudah mema\’afkan dan melupakan kesalahan pemimpinnya tentu memerlukan serangkaian penelitian yang lebih tajam.

Fakta kedua: walaupun mengalami kekalahan di Pilgub Lampung dan Pilbup Lampung Utara, PDI Perjuangan masih mampu menempatkan kadernya menjadi Bupati di Tanggamus dan memperoleh hibah jabatan Bupati di Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Dengan semua perolehan itu saya kira 2018 menjadi tahun politik yang cukup baik bagi PDIP guna menghadapi Pileg dan Pilpres tahun depan.

Fakta ketiga: jumlah pemilih di empat daerah (Lamteng, Lamtim, Lamsel dan Balam) sudah lebih dari setengah jumlah pemilih seluruh Lampung. Ditambah Tanggamus dan Lampura, jumlah pemilih di enam daerah itu hampir 2/3 jumlah pemilih se-Lampung. Pilgub Lampung 2018 telah menunjukkan itu, kemenangan di enam daerah kunci itu menjadi penentu kemenangan dalam Pilgub. Apakah perubahan konfigurasi kepala daerah ini akan berdampak signifikan pada Pileg dan Pilpres 2019? April tahun depan kita akan mendapatkan jawabannya. Kekalahan Paslon yang diusung PDIP di semua daerah yang kepala daerahnya Kader PDIP (kecuali Kota Bandar Lampung) pada Pilgub kemarin layak untuk dijadikan catatan kaki.

Baca Juga  PON XXI, Lampung Masih Jaga Asa Target 10 Besar Klasemen Akhir

Fakta keempat: ternyata ada juga 9 Naga di Lampung, walaupun tentu saja tidak memiliki hubungan apapun dengan 9 Naga dalam mitos cerita konglomerasi di tingkat nasional. Apakah pemilik perusahaan ini terinspirasi mitos itu? Wallahua\’alam bishowab. Bagi saya nama ini cukup menarik, menurut penuturan banyak pelaku usaha di bidang konstruksi, selama tiga tahun terakhir 9 Naga seperti bayi ajaib yang tumbuh begitu cepat menjadi pemain besar dalam kompetisi usaha pengerjaan konstruksi di Lampung. KPK tentu saja memiliki waktu dan sumber informasi yang lebih dari cukup untuk menelusuri sepak terjang dan daya jelajah mereka selama ini untuk menjawab berbagai spekulasi, termasuk spekulasi bahwa mereka hanyalah proxy (mewakili) pihak lain yang memiliki kekuatan finansial dan ingin melakukan pencucian uang.

Akhirnya mari kita semua bermunajat kepada Tuhan YME, Allah SWT, semoga tidak ada lagi kepala daerah di Lampung yang terjerat kasus korupsi. Tentu bukan karena KPK dan Kejaksaan yang berhenti bekerja, tetapi wabah itu mereda memang karena penyelenggara pemerintahan meninggalkan perilaku buruknya dan kembali menjalankan pola hidup sehat sesuai tuntunan agama dan sumpah jabatan mereka. Aamiin.

 

Berita Terkait

Penggemar Bola di Lampung Segera Punya Jagoan Klub
Pemred Club Siapkan Musyawarah Kerja sekaligus Halal Bihalal
Angin Perdamaian Andan Jejama Berhembus Lembut di Pesawaran
Kepala Babi Teror Jurnalis Tempo
Gerebek Sabung Ayam, 3 Polisi Gugur Diterjang Peluru
Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan
Hindari Pemborosan, Ekonom UGM Usulkan Program MBG Belajar pada Amerika
Manjur, Gubernur Mirza Keluarkan Jurus Negosiasi, Pabrik Tapioka Diminta Operasional Kembali

Berita Terkait

Senin, 28 April 2025 - 15:35 WIB

Sekjen Kemendagri Imbau Daerah Kendalikan Harga

Jumat, 25 April 2025 - 15:40 WIB

Pemkab Lamsel Peringati Hari Otda ke-29

Jumat, 25 April 2025 - 15:29 WIB

Bupati Lamsel Salurkan Bantuan RTLH

Kamis, 24 April 2025 - 17:08 WIB

Pemkab Lamsel Dukung Perluasan Program Desa Bersinar

Kamis, 24 April 2025 - 16:35 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gelar Temu Teknis Penyuluh

Rabu, 23 April 2025 - 16:08 WIB

Bupati Egi Ikuti Gerakan Tanam Padi Serentak, Dorong Modernisasi Pertanian di Lampung Selatan

Rabu, 23 April 2025 - 10:32 WIB

Pakai Aplikasi, Bayar PBB di Lampung Selatan Semakin Praktis

Senin, 21 April 2025 - 18:29 WIB

Peringati Hari Kartini, Pemkab Lampung Selatan Gelar Apel Khidmat di Aula Rajabasa

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 128 | Rabu, 30 April 2025

Selasa, 29 Apr 2025 - 22:56 WIB

Riyanto Pamungkas saat menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2025, Selasa (29/4/2025), Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Bupati Pringsewu Raih TOP Pembina BUMD 2025

Selasa, 29 Apr 2025 - 19:54 WIB

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni (Kiri) dan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas (Kanan), Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Pringsewu MAKMUR, Bupati Gandeng Kemendagri

Selasa, 29 Apr 2025 - 18:28 WIB

Foto: Istimewa.

Lampung Barat

BPRS Lambar Sabet Tiga Penghargaan TOP BUMD 2025

Selasa, 29 Apr 2025 - 14:42 WIB

Ketua DPC Partai Gerindra Tubaba, Yantoni, Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Dana Revolving Sapi Mandek, Gerindra Minta APH Bertindak

Selasa, 29 Apr 2025 - 12:28 WIB