Jajaran Polres Pringsewu berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria di sebuah lapo tuak di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Pringsewu (Netizenku.com): Dalam pengungkapan tersebut, dua orang tersangka telah diamankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra menjelaskan, peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 00.05 WIB di lapo tuak milik Sugeng yang berada di Pekon Wates Selatan, Kecamatan Gadingrejo. Korban diketahui bernama Legiman, yang meninggal dunia akibat luka tusuk di dada sebelah kiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peristiwa bermula saat korban tersenggol salah satu pelaku di dalam lapo tuak. Hal tersebut memicu adu mulut yang kemudian berlanjut hingga ke luar lapo,” ujar AKBP Yunus saat konferensi pers di Mapolsek Gadingrejo, Rabu (7/1/2026).
Dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol, pertengkaran tersebut berubah menjadi aksi kekerasan secara bersama-sama. Korban diketahui tidak membawa senjata. Namun, salah satu pelaku datang membawa senjata tajam jenis badik dan langsung menusuk korban.
“Pelaku utama melakukan penusukan, sementara dua pelaku lainnya turut membantu dengan cara memegang dan mendorong tubuh korban,” jelasnya.
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Wates untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka tusuk yang cukup parah.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Doni Pratama, Nofriyanto, dan Supri. Doni Pratama berperan sebagai pelaku penusukan, Nofriyanto memegang tubuh korban, sedangkan Supri turut mendorong korban saat pengeroyokan terjadi.
Tersangka Doni Pratama berhasil ditangkap di kawasan hutan lindung Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, setelah sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran petugas. Karena melawan dan berusaha melarikan diri saat penangkapan, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.
Sementara itu, tersangka Nofriyanto lebih dahulu diamankan di wilayah Kabupaten Pesawaran dengan bantuan pihak keluarga yang bersikap kooperatif. Adapun tersangka Supri hingga kini masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 458 ayat (1) KUHP tentang pembunuhan serta Pasal 262 ayat (4) KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
“Khusus tersangka Doni Pratama, kami juga menerapkan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam, dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara,” tegas Kapolres. (*)








