Polisi Ungkap Komplotan Langganan Pencuri Sapi di Pringsewu

Reza

Senin, 19 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus pencurian sapi yang selama bertahun-tahun meresahkan warga Kabupaten Pringsewu akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Pringsewu. Polisi membekuk komplotan pencuri sapi yang diketahui telah beraksi lebih dari tiga tahun di wilayah Pringsewu dan sekitarnya.

Pringsewu (Netizenku.com): Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan empat orang terduga pelaku, terdiri dari dua pelaku utama dan dua penadah. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua ekor sapi hasil curian, satu unit mobil pikap, serta berbagai alat yang digunakan saat beraksi.

Kapolres Pringsewu AKBP M Yunnus Saputra mengatakan, dua pelaku utama masing-masing berinisial N (33), warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dan C (31), warga Kecamatan Bumi Ratu, Kabupaten Lampung Tengah. Sementara dua penadah berinisial MH alias Muh (40) dan A (41), warga Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain empat orang yang sudah kami amankan, masih ada tiga pelaku lain yang merupakan bagian dari jaringan dan saat ini berstatus DPO,” ujar Yunnus saat konferensi pers di Mapolres Pringsewu, Senin (19/1/2026).

Menurut Yunnus, kasus ini terungkap berkat penyelidikan di lokasi pencurian terakhir, di mana aksi para pelaku terekam kamera CCTV. Dari rekaman tersebut, polisi mengembangkan penyelidikan hingga berhasil mengungkap jaringan pencurian sapi lintas daerah.

“Pada aksi terakhir, pelaku mencuri dua ekor sapi. Rekaman CCTV menjadi petunjuk utama hingga mengarah pada pengungkapan kasus ini,” jelas Yunnus, didampingi Kasat Reskrim Iptu Rosali dan Kasi Humas AKP Priyono.

Hasil pengembangan juga mengungkap bahwa jaringan ini memiliki sedikitnya tujuh orang pelaku dengan banyak tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Pringsewu maupun daerah sekitar.

Dalam proses penangkapan, satu pelaku utama berinisial C dilaporkan meninggal dunia. Pelaku mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga  Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas 2027, Mocaf Bakal Diperkenalkan ke Tingkat Nasional

“Saat diamankan, yang bersangkutan berada dalam pengaruh narkoba jenis sabu. Terjadi gangguan psikologis hingga kondisinya kritis dan akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya, pelaku juga sempat melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur di bagian kaki,” ungkap Kapolres.

Selain pencurian sapi, polisi juga menemukan indikasi keterlibatan komplotan ini dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa kunci letter T dan sejumlah senjata tajam.

“Senjata tajam digunakan untuk melukai hewan, memotong tali pengikat sapi, serta sebagai alat perlindungan diri,” tambah Yunnus.

Barang bukti yang diamankan meliputi dua ekor sapi yang dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, satu unit mobil pikap Mitsubishi, serta sejumlah senjata tajam seperti kapak, parang, tali tambang, dan kunci letter T. Polisi menduga para penadah mengetahui sapi yang dibeli merupakan hasil kejahatan.

Baca Juga  Bupati Pringsewu Dorong ASN Jadi Birokrat Cerdas, Tangguh, dan Berakhlak

Para pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf c KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Sementara penadah dikenakan Pasal 591 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Rosali menambahkan, hasil penjualan sapi curian sebagian besar digunakan untuk membeli sabu dan pesta narkoba, sedangkan sisanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Keempat pelaku diamankan di lokasi berbeda, mulai dari jalan raya saat membawa hasil curian hingga di rumah saat tengah pesta narkoba di wilayah Pesawaran dan Lampung Tengah.

Terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor, Rosali menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Pesawaran karena terdapat tiga TKP di wilayah tersebut. (*)

Berita Terkait

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan Empat Perda, Atur Aset hingga Pesantren
Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan
Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata
Bupati Riyanto Ajak Sekolah Cegah Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak
Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi
6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026
Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi
Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Bupati Riyanto Ajak Sekolah Cegah Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:52 WIB

6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB