PNS Masuk Tim Kampanye, Disanksi Pidana Pemilu

Redaksi

Jumat, 4 September 2020 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah bersama jajaran mengawasi proses pendaftaran bapaslon Pilwakot Bandarlampung di KPU Kota setempat, Jumat (4/9). Foto: Netizenku.com

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah bersama jajaran mengawasi proses pendaftaran bapaslon Pilwakot Bandarlampung di KPU Kota setempat, Jumat (4/9). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Bakal pasangan calon (bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung diimbau tidak merekrut warga yang berstatus PNS atau ASN sebagai bagian dari tim pelaksana kampanye.

KPU Bandarlampung, hari ini mulai menerima berkas pendaftaran syarat calon dan pencalonan bapaslon Pilwakot Bandarlampung. Salah satu syarat pencalonan tersebut adalah menerima daftar nama Tim Kampanye tingkat kota, dan kecamatan.

Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengingatkan anggota tim pelaksana kampanye yang berstatus PNS atau ASN akan dijerat sanksi pidana pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Kalau dia PNS maka yang mengeluarkan SK untuk tim kampanye ada ranah pidana pemilunya juga, termasuk PNS-nya sesuai Pasal 69 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,\” kata Candra, Jumat (4/9).

Jumlah tim kampanye tidak dibatasi, baik pelaksana maupun tim penghubung, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan kampanye bapaslon dan terdaftar di KPU.

\”Ini salah satu bagian yang mengikat, kita bisa mengawasi. Kami sangat mengimbau kepada bakal calon. Orang yang menjadi pelaksana kampanye memang harus sudah didaftarkan kepada KPU,\” ujar dia.

Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung Ricko Menoza SZP mengatakan sudah menyerahkan struktur tim pemenangannya.

\”Ketua Tim Pemenangannya dari Partai Golkar, Yuhadi, dan Sekretarisnya dari PKS, Aep Sarifudin. Nanti pengurus di bawahnya, kita saling melengkapilah, saling bekerja sama,\” kata Ricko. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Senin, 20 April 2026 - 11:21 WIB

Lampung Dapat Apa dari MBG?

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Kamis, 2 April 2026 - 15:58 WIB

KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:09 WIB

“GoodB(a)y” Bibi, Lupakan Mimpi Jadi Raja Bayangan

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:04 WIB

Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Menara Siger Residence I Mulai Dibangun, 30 Unit Ludes Terjual

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:03 WIB