oleh

Pemprov Komitmen Kembangkan Bahasa dan Aksara Lampung

Bandarlampung (Netizenku.com): Untuk mendapatkan solusi dalam membentuk kebijakan pelestarian Bahasa dan Aksara Lampung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun Bahasa dan Aksara Lampung di Hotel Arinas, Rabu (24/10).

Asisten II Sekprov Lampung Heri Suliyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemprov memajukan bahasa dan aksara Lampung. Bahasa dan aksara Lampung merupakan salah satu budaya yang telah lama digunakan.

\"\"

\”Penggunaan bahasa dan aksara Lampung dapat berhasil, jika digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam keluarga maupun lokasi kerja. Jangan tergerus dalam era globalisasi,\” kata dia.

Hery mengatakan, dalam Bahasa Lampung tercermin nilai-nilai luhur yang menyangkut kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang bersifat universal. Hal ini tentunya mendidik penuturnya untuk selalu bersikap menghormati orang lain sekaligus rendah hati.

Baca Juga  Sampah TPS Cemari Sungai

Ia menyampaikan, dalam upaya menjaga dan melestarikan bahasa dan aksara Lampung, Pemprov Lampung melakukan langkah kongkret diantaranya, penggunaan bahasa Lampung sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan pendidikan atau belajar mengajar, di lingkungan kantor, forum pertemuan resmi pemerintahan daerah dan dalam kegiatan lembaga/badan usaha swasta, dan organisasi kemasyarakatan di daerah.

\"\"

\”Penggunaan aksara Lampung juga ada pada nama bangunan atau gedung, nama jalan atau penunjuk jalan, perkantoran, perdagangan, termasuk papan nama instansi, lembaga, badan usaha, badan sosial, dan sejenisnya. Kita selalu melakukan pengucapan salam Tabik Puun dan dinyanyikannya lagu \’Ekhamku di Lampung\’ dalam setiap acara,\” ujar Hery.

Baca Juga  Pemprov Serahkan DIPA dan TKDD Tahun Anggaran 2021

Sebagai bentuk dukungan Pemprov Lampung, Hery meminta kepada Biro Kesejahteraan Sosial agar menganggarkan di 2019 untuk Seminar Nasional mengenai bahasa dan aksara Lampung. \”Sebagai tindak lanjut dari FGD ini, semacam mengadakan seminar tingkat nasional. Sehingga gaungnya semakin terasa di masyarakat,\” kata dia.

Hery berharap untuk kegiatan tersebut, dapat dilakukan pembinaan dan pengembangan bahasa dan aksara Lampung kepada para peserta FGD. Termasuk merumuskan cara-cara atau solusi terbaik bagi pelestarian bahasa dan aksara Lampung.

\”Hal ini penting seiring dengan derasnya arus globalisasi, baik dari segi informasi maupun teknologi, sehingga dari masa ke masa bahasa dan aksara Lampung tetap eksis dan dicintai oleh masyarakatnya,\” kata Hery.

Baca Juga  Pemprov Dukung Pengadaan 4 Buah Sepeda Tandem Kontrol PKOR

Dalam kesempatan itu, Kabag Pendidikan Kebudayaan, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Kepemudaan Olahraga, Biro Kesos Setda Provinsi Lampung, Wahyu Arsuwendo mengatakan, tujuan FGD tersebut untuk menggali informasi mendalam mengenai rumusan kebijakan sebagai upaya penyelamatan terhadap bahasa daerah yang rawan kepunahan. Termasuk di dalamnya bahasa daerah Lampung.

\”FGD ini juga mengumpulkan persepsi dan sikap masyarakat terhadap peran Lampung sebagai bagian pengembangan bahasa Lampung dan mengumpulkan data dan saran berupa strategi pemeliharaan sastra Lampung sebagai penguat kearifan lokal,\” kata Wahyu Arsuwendo. (*Aby).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *