Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menampilkan berbagai potensi daerah mulai dari produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), karya seni, hingga naskah kuno dalam ajang Festival Literasi Provinsi Lampung tahun 2026.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kegiatan yang berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung tersebut diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026).
Dalam festival tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba menghadirkan berbagai produk unggulan daerah sebagai bentuk promosi literasi, budaya, serta kreativitas masyarakat Tubaba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Rodianto, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (PPPKM), Yendi Irawan, SH., MH., menyampaikan bahwa keikutsertaan Tubaba dalam Festival Literasi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk lokal kepada masyarakat luas.
“Pada Festival Literasi kali ini, Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba menampilkan naskah kuno, batik ecoprint, tikew, serta sejumlah produk UMKM unggulan daerah,” ujar Rodianto.
Adapun produk UMKM yang ditampilkan antara lain keripik, mie aci, ikan asin lais, ikan asin lomo, To Me Coffee dari SMK Tumijajar, serta jamu kesehatan dari SMKN 1 Tulang Bawang Tengah.
Selain produk ekonomi kreatif, Tubaba juga menampilkan batik ecoprint dari Kecamatan Way Kenanga, karya drawing Purbowo, hiburan gitar klasik, serta naskah kuno dari Tiyuh Gedung Ratu.
Salah satu yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut adalah keberadaan naskah kuno Gedung Ratu yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Naskah tersebut ditulis oleh Ulin Halim dan berisi tentang tata cara pengobatan, pertanian, serta perjalanan perang.
Haruna, gelar Tuan Sesunan dari Pepadun Lebuh Dalem generasi ke-IV, menjelaskan bahwa naskah kuno tersebut merupakan warisan turun-temurun yang hingga kini masih tersimpan dan terawat di Tiyuh Gedung Ratu.
“Naskah kuno Gedung Ratu ini menjadi salah satu bukti sejarah dan pengetahuan masyarakat masa lalu yang masih dijaga hingga saat ini,” jelasnya.
Menurut Rodianto, keikutsertaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba dalam Festival Literasi Provinsi Lampung telah berlangsung sejak 2022 hingga 2026. Dalam kurun waktu tersebut, Tubaba berhasil meraih juara pertama sebanyak dua kali.
Selain menampilkan produk dan karya budaya, Tubaba juga mengirimkan penulis cerita dongeng fiksi, Pilian Tiwi, yang merupakan guru SDN 22 Tulang Bawang Tengah. Karya tersebut berhasil masuk dalam nominasi 15 penulis cerita rakyat Lampung.
“Melalui Festival Literasi Provinsi Lampung, Pemkab Tubaba berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan literasi, sejarah, budaya, serta produk UMKM daerah, sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan kecintaan terhadap warisan lokal,” pungkasnya.(*)








