Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah strategis ini bertujuan menghasilkan data ekonomi Lampung yang akurat, mutakhir, dan komprehensif demi pembangunan daerah yang tepat sasaran.
Lampung (Netizenku.com): Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam acara Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur, Kamis (11/6/2026).
Dalam sambutannya, Jihan Nurlela mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam agenda besar Badan Pusat Statistik (BPS) ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Data yang lengkap dan akurat adalah kompas pemerintah dalam mengambil kebijakan. Tanpa data yang baik, keputusan berpotensi salah karena asimetri informasi,” ujar Jihan.
Ia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi gerakan bersama untuk menghimpun data yang tepat dan berkualitas.
Jihan menilai lanskap ekonomi saat ini telah berubah drastis dibanding satu dekade lalu. Transformasi digital terbukti mengubah pola produksi, konsumsi, transaksi, hingga sistem pembayaran masyarakat.
Kondisi inilah yang membuat pembaruan data pelaku usaha melalui sensus menjadi sangat krusial. Pemprov Lampung siap mengawal proses sosialisasi ini hingga ke tingkat desa.
“Kami berkomitmen mendorong pembangunan ekonomi yang modern, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based policy). Fondasi data yang kuat akan menumbuhkan investasi, membuka lapangan kerja, membantu UMKM Lampung naik kelas, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Bagi para pelaku usaha yang khawatir, Wagub Jihan memastikan bahwa semua data yang diberikan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang.
Hasil sensus hanya akan disajikan dalam bentuk agregat untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan. Data ini tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan.
Ia optimistis, kolaborasi semua pihak akan menyukseskan agenda 10 tahunan ini. Sensus ini diharapkan menjadi pijakan penting menuju visi Lampung Maju dalam Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 adalah momentum emas untuk memotret realitas ekonomi daerah.
Data dari BPS akan menggambarkan komposisi aktivitas ekonomi riil secara detail, sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja, tingkat produktivitas usaha di Lampung serta struktur ekonomi daerah terkini.
“Sensus ekonomi membantu kita memahami kekuatan dan tantangan ekonomi Lampung,” ujar Ahmad.
Ahmad memaparkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, petugas BPS akan turun langsung ke lapangan untuk mendata para pelaku usaha secara door-to-door.
BPS Lampung mengimbau seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media untuk bersinergi menyukseskan program nasional ini demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. (*)








