Pemilu 2019: Polisi Intai Warganet yang Suka \’Nyinyir\’

Avatar

Minggu, 23 September 2018 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Ini peringatan bagi warganet yang kerap mengunggah komen atau konten \’nyinyir\’ soal Pemilu 2019, agar berhati-hati dan menghentikannya.

Sebab, polisi mulai fokus memantau perilaku nyinyir di media sosial (medsos) seiring kian dekatnya pesta demokrasi itu.

Berkaca di Pilpres 2014 lalu, polisi melihat intensitas perilaku warganet menyebar konten bernada nyinyir di medsos, semakin meningkat luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Bahkan ada pula warganet di medsos yang semakin gencar mempromosikan calon idola mereka.

Baca Juga  Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Tidak sedikit pula netizen yang nyinyir saling menjatuhkan pasangan yang tidak dijagokannya. Hal itu terlihat dari perang tanda pagar (tagar) yang berlangsung sejak jauh-jauh hari.

Polres Kudus pun mulai memantau aktivitas kampanye hitam. Satu di antaranya mengantisipasi aksi penyebaran konten bernada nyinyir di Pilpres 2019.

\”Antisipasi cuitan atau nyinyiran di medsos, kami sudah bentuk tim siber. Mereka memantau kegiatan masyarakat Kudus dalam bermedsos mulai kampanye nantinya,\” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning di lokasi pendeklarasian Kampanye Pileg& Pilpres Aman, Damai, dan Sejuk di Alun-alun Kudus, Minggu (23/9/2018).

Baca Juga  Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung

Selain itu pula, tim itu bergerak mempelajari segala konten nyinyir Pilpres guna mengetahui sejauh mana tingkat pelanggaran pemilunya. Tujuannya agar selektif dalam melakukan penindakan di dunia maya.

\”Kami juga melihat apakah nyinyiran itu masuk pelanggaran pemilu atau tindak pidana lain sebagaimana yang diatur di UU ITE,\” terang Agusman.

Polisi juga meminta para calon legislatif yang juga akan berlaga di tahun serupa, untuk tidak menjelek-jelekkan antar caleg. Baik dengan menyebar fitnah, atau menyebar info hoaks yang mendiskreditkan lawan politiknya.

Baca Juga  Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99

Karenannya, pada momen ini, para caleg bersama penyelenggara pemilu bersama Polres melakukan deklarasi Kampanye Pileg& Pilpres Aman, Damai, dan Sejuk. (dtc/lan)

Berita Terkait

Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik
Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99
Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung
Pemprov Lampung Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Triga Lampung Tagih Tanggung Jawab Menteri ATR/BPN soal HGU SGC
3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:13 WIB

Hilirisasi Ayam Jadi Mesin Baru Perputaran Ekonomi Lampung

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:50 WIB

Pemprov Lampung Bersama Pemkot Gelar Aksi Kebersihan di Pulau Pasaran

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:28 WIB

Bidik Kemenangan Pemilu 2029, Chusnunia Chalim Siap Melantik 100 Lebih Pengurus PKB Lampung

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:26 WIB

Meski Damai, Fraksi PDI Perjuangan Tetap Dukung Proses Etik Andi Robi di BK DPRD Lampung

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:36 WIB

IJP FC Resmi Diluncurkan, Sekdaprov Lampung Siap Turun ke Lapangan

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:33 WIB

DPRD Lampung Dorong Hilirisasi Sawit dan Kopi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Ekspor

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:21 WIB

Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:48 WIB

Lampung Terima 710 Ribu Ton Pupuk Subsidi 2026, DPRD Lampung Pastikan Distribusi Sesuai HET

Berita Terbaru

Lampung

Hilirisasi Ayam Jadi Mesin Baru Perputaran Ekonomi Lampung

Jumat, 6 Feb 2026 - 19:13 WIB