Pembangunan Gedung Setda Diprotes

Redaksi

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Pembangunan struktur gedung sekretariat daerah (Setda) tipe C tahap dua dengan nilai Rp3 miliar yang dianggarkan dari APBD 2019, menuai protes.

Pasalnya pada pembangunan rangka gedung tersebut meskipun nampak terlihat telah rampung, ada beberapa titik pada tiang slup beton di lantai II nampak terlihat lepas dari sambungan, tidak mengait antara tiang slup dengan tiang yang lain.

Kondisi ini mengindikasikan proyek tersebut diduga dilakukan tidak sesuai rab dan spek. Pengerjaannya juga diduga dilakukan secara asalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Yang jelas, pembangunan lanjutan untuk struktur gedung setda tipe C tahap dua ini, saya nilai gak benar. Kenapa? lihat saja pada bagian slup beton pada lantai II tiap slup nya terputus. Besi cornya tidak saling mengait, setahu saya namanya coran itu besinya harus saling terhubung saling mengait, tidak terputus seperti itu,\” ungkap Ketua Gapensi Pesawaran, Murni Ahmadi, Rabu (29/1).

Diutarakan Murni, seharusnya pada setiap akan dilakukan pengecoran pada tiang slup yang ada itu wajib terlebih dahulu dilakukan pemasang besi cor yang saling mengait antara tiang satu dengan tiang yang lain. \”Kita lihat itu terlihat jelas pada sambungan slupnya besi pada bagian ujung coran nya tidak nampak. Itu ga bisa, bahaya itu. Harus dibongkar ulang. Karena yang namanya coran itu gak bisa disambung, harus dilakukan sekaligus secara serentak agar beton corannya tidak retak,\” tungkasnya.

Dijelaskan dia, untuk sambungan besi beton pada bagian atas gedung tersebut, juga dinilainya kurang memenuhi sarat untuk standar bangunan gedung. \”Coba lihat untuk sambungan besi beton yang keatasnya ini hanya 30 centimeter. Paling tidak kalau untuk bangunan gedung setinggi ini, itu sambungan besinya 80 centimeter. Ini bahaya, gak benar itu, bisa rubuh nanti. Apalagi ini mau ada bangunan lanjutan atasnya.Yang jadi pertanyaan kemana konsultan pengawasnnya kok bisa jadi seperti in,\” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PU-PR Zainal Fikri belum bisa dikonfirmasi.\”Pak kadis ada tapi belum bisa ditemui masih rapat,\” kata salah satu pegawai di kantor PU-PR. (Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:21 WIB

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:18 WIB

Wulan Mirza Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031, Tekankan Respons Bencana Maksimal Enam Jam

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:15 WIB

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lampung 2025

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:10 WIB

Gubernur Lampung Dukung Lampung Financial Festival 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:16 WIB

Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:50 WIB

Potensi PAP Rp23,6 Miliar Belum Tergarap, Komisi III Minta Bapenda Optimalkan PAD

Berita Terbaru

Lampung

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:27 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:23 WIB

Lampung

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:21 WIB

Lampung

DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lampung 2025

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:15 WIB