oleh

Pembangunan Gedung Setda Diprotes

Pesawaran (Netizenku.com): Pembangunan struktur gedung sekretariat daerah (Setda) tipe C tahap dua dengan nilai Rp3 miliar yang dianggarkan dari APBD 2019, menuai protes.

Pasalnya pada pembangunan rangka gedung tersebut meskipun nampak terlihat telah rampung, ada beberapa titik pada tiang slup beton di lantai II nampak terlihat lepas dari sambungan, tidak mengait antara tiang slup dengan tiang yang lain.

Kondisi ini mengindikasikan proyek tersebut diduga dilakukan tidak sesuai rab dan spek. Pengerjaannya juga diduga dilakukan secara asalan.

\”Yang jelas, pembangunan lanjutan untuk struktur gedung setda tipe C tahap dua ini, saya nilai gak benar. Kenapa? lihat saja pada bagian slup beton pada lantai II tiap slup nya terputus. Besi cornya tidak saling mengait, setahu saya namanya coran itu besinya harus saling terhubung saling mengait, tidak terputus seperti itu,\” ungkap Ketua Gapensi Pesawaran, Murni Ahmadi, Rabu (29/1).

Baca Juga  Petahana Tak Jadi Lawan Kotak Kosong, Simpatisan M Nasir Gelar Syukuran

Diutarakan Murni, seharusnya pada setiap akan dilakukan pengecoran pada tiang slup yang ada itu wajib terlebih dahulu dilakukan pemasang besi cor yang saling mengait antara tiang satu dengan tiang yang lain. \”Kita lihat itu terlihat jelas pada sambungan slupnya besi pada bagian ujung coran nya tidak nampak. Itu ga bisa, bahaya itu. Harus dibongkar ulang. Karena yang namanya coran itu gak bisa disambung, harus dilakukan sekaligus secara serentak agar beton corannya tidak retak,\” tungkasnya.

Baca Juga  Sempatkan Selfie, Dendi Titip Pesan untuk Pramuka Pesawaran

Dijelaskan dia, untuk sambungan besi beton pada bagian atas gedung tersebut, juga dinilainya kurang memenuhi sarat untuk standar bangunan gedung. \”Coba lihat untuk sambungan besi beton yang keatasnya ini hanya 30 centimeter. Paling tidak kalau untuk bangunan gedung setinggi ini, itu sambungan besinya 80 centimeter. Ini bahaya, gak benar itu, bisa rubuh nanti. Apalagi ini mau ada bangunan lanjutan atasnya.Yang jadi pertanyaan kemana konsultan pengawasnnya kok bisa jadi seperti in,\” pungkasnya.

Baca Juga  Kemenkeu Cek Kondisi Randis Pesawaran

Sementara itu Kepala Dinas PU-PR Zainal Fikri belum bisa dikonfirmasi.\”Pak kadis ada tapi belum bisa ditemui masih rapat,\” kata salah satu pegawai di kantor PU-PR. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *