Pelaku Penusukan Pedagang di Pasar Sarinongko Sempat Beli Pisau Seharga 5 Ribu

Reza

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengungkap fakta menarik di balik aksi penusukan terhadap pedagang bawang di Pasar Sarinongko, Pringsewu. Ternyata, aksi brutal tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan telah direncanakan pelaku setelah merasa sakit hati dan tersinggung oleh ucapan istri korban.

Pringsewu (Netizenku.com): Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku berinisial HP (24) mengaku nekat melakukan penusukan usai bertemu dengan istri korban di Pasar Pagelaran. Dalam pertemuan singkat itu, istri korban secara tegas meminta HP agar tidak lagi datang ke toko miliknya. Permintaan tersebut diperparah dengan fakta bahwa nomor ponsel pelaku sebelumnya telah diblokir oleh wanita yang disukainya itu.

“Pelaku mengaku sakit hati dan merasa tersinggung atas larangan tersebut,” ujar Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora.Rabu (21/01).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasa sakit hati itu kemudian berubah menjadi niat jahat. Menurut pengakuan HP, ia berniat melampiaskan kekesalannya dengan menghabisi nyawa suami dari wanita yang disukainya tersebut, yang diketahui biasa berjaga di toko bawang di Pasar Pringsewu.

Baca Juga  Motor Teman Wanita Dibawa Kabur, Pemuda di Pringsewu Ditangkap Polisi

Setelah memikirkan rencananya, pelaku kemudian berangkat ke Pasar Sarinongko dengan menumpang angkutan kota. Setibanya di lokasi, HP sempat mendatangi sebuah toko perabotan dan membeli sebilah pisau seharga Rp5 ribu. Namun, setelah diperhatikan, pisau tersebut dinilai tidak kuat gagangnya ia kemudian membuangnya.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian melihat ada pisau lebih kokoh tergeletak diatas kayu disekitar lokasi lalu meminjamnya. Pisau inilah yang kemudian digunakan untuk melancarkan aksi penusukan.

Setelah mendapatkan senjata, pelaku langsung menuju toko korban yang memang sudah beberapa kali didatanginya. Saat itu, korban Dwi Yayan Tohari (35) tengah duduk di belakang meja kasir. Tanpa basa-basi, meski di dalam toko terdapat beberapa pengunjung, pelaku langsung menusuk korban di bagian leher lalu melarikan diri.

Baca Juga  Ekonomi Pringsewu Tumbuh 5,44 Persen, Lampaui Provinsi Lampung dan Nasional

Namun upaya kabur pelaku gagal. Korban sempat berteriak dan mengejar pelaku, sehingga warga berdatangan dan melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya tertangkap dan sempat menjadi sasaran amukan massa.

Dalam pemeriksaan, HP bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas kepolisian yang dengan cepat datang ke lokasi dan mengevakuasi dirinya, sehingga ia selamat dari amukan warga. Ia juga mengaku sangat menyesal atas perbuatannya.

Sementara itu, Kapolsek pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora dalam keteranganya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menegaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak memiliki hubungan personal. Pelaku hanya mengenal istri korban. Perkenalan keduanya berawal pada awal Januari lalu saat bertemu di Pantai Mutun, Pesawaran.

Kala itu, pelaku ditawari tumpangan pulang ke Pringsewu menggunakan mobil milik istri korban dan sempat diberikan nomor telepon. Sejak saat itu, pelaku mulai menaruh perasaan, meskipun mengetahui wanita tersebut telah bersuami.

Baca Juga  Wabup Pringsewu Panen Raya, Dorong Penguatan Sektor Pertanian

Namun, upaya pendekatan pelaku tidak mendapat respons. Nomor ponselnya akhirnya diblokir. Pelaku bahkan sempat beberapa kali mencari istri korban ke sejumlah toko miliknya di Gedong Tataan dan Pringsewu, yang justru membuat karyawan merasa resah hingga melapor kepada pemilik toko.

“Ketika berpapasan di Pasar Pagelaran, istri korban langsung meminta pelaku untuk tidak lagi datang ke toko maupun menghubunginya. Dari situlah emosi pelaku memuncak,” jelas AKP Ramon.

Kapolsek juga memastikan bahwa pisau yang digunakan pelaku telah diamankan dan dijadikan barang bukti dalam proses penyidikan. Saat ini, HP telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polsek Pringsewu Kota.

Pelaku dijerat Pasal 468 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara. (*)

Berita Terkait

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur
Ekonomi Pringsewu Tumbuh 5,44 Persen, Lampaui Provinsi Lampung dan Nasional
Sopir di Pringsewu Gelapkan Uang Setoran Penjualan Ayam Rp50,4 Juta
Motor Teman Wanita Dibawa Kabur, Pemuda di Pringsewu Ditangkap Polisi
Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan Pangan untuk 384 Warga Fajarmulia
Bupati Riyanto Dorong Mocaf hingga Kambing Domba Jadi Penggerak UMKM Pringsewu
Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Harhubnas 2026
Pemkab Pringsewu Perkuat Jaringan Usaha Koperasi melalui Pengembangan Mocaf

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:26 WIB

Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB