BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemulasaraan jenazah Covid-19 kerap dipertanyakan masyarakat. Hal itu berbuntut pada peristiwa penolakan pemakaman jenazah, yang kerap terjadi di beberapa wilayah secara nasional.

Belakangan, mencuat informasi jenazah Covid-19 yang dikabarkan meninggal dunia di Bengkulu dibawa pulang pihak keluarga ke Lampung.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, membenarkan peristiwa tersebut. Jenazah peserta Tabligh Akbar yang meninggal dunia di Bengkulu itu dibawa pulang oleh pihak keluarga.

“Sudah diambil dengan pihak keluarga,” kata Reihana, melalui video konferensi pers yang diterima Netizenku.com, Rabu (1/4) malam.

Atas hal itu, Reihana menjelaskan terkait prosedur dan ketetapan (protap) pemulasaraan jenazah pasien positif Covid-19. Selain harus dibungkus plastik, jasad harus disirami cairan disinfektan.

“Pertama tentu saja dimandikan jika secara Islam, kemudian disiram disinfektan, kemudian bisa dikafankan harus disiram disinfektan, kalau mau dikafankan dua lapis disiram lagi disinfektan,” jelas Reihana.

Setelah itu, lanjut Reihana, jasad harus dimasukan ke dalam kantung plastik dan ditutup erat lalu disiram kembali disinfektan. Setelah dimasukan ke dalam peti, penyiraman disinfektan kembali dilakuan. Menurutnya peti musti disegel dan tidak boleh dibuka saat pemakaman.

“Insyaallah sudah aman. Sebenernya tidak ada protap untuk pakai APD lengkap, memang dianjurkan dalam pemakaman pihak keluarga hanya boleh satu dan dua,” ungkapnya. (Adi/Leni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here