Organisasi Masyarakat Sipil Minim Pengawasan Partisipatif

Redaksi

Senin, 18 Oktober 2021 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung jalur perseorangan, Ike Edwin, memperlihatkan bukti dokumentasi kepada Anggota Bawaslu Bandarlampung dalam rapat pleno KPU Kota setempat di Hotel Radisson, Jumat (21/8). Foto: Netizenku.com

Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung jalur perseorangan, Ike Edwin, memperlihatkan bukti dokumentasi kepada Anggota Bawaslu Bandarlampung dalam rapat pleno KPU Kota setempat di Hotel Radisson, Jumat (21/8). Foto: Netizenku.com

Sementara di Pilkada Bandarlampung 2020 lalu, terdapat 9 laporan masyarakat yang diregistrasi dan diproses, dengan 13 temuan jajaran pengawas pemilu. Menurut Candrawansah informasi dan laporan yang disampaikan masyarakat masih sangat minim.

“Saking minimnya masukan kepada KPU dan Bawaslu, bahkan hampir tidak ada masyarakat yang memberikan informasi kalau yang bersangkutan belum masuk dalam daftar pemilih. Ketika kampanye juga, sangat minim laporan secara formal ke Bawaslu Bandarlampung, Panwaslu Kecamatan, maupun Panwaslu Kelurahan,” kata Candrawansah.

Konsolidasi Organisasi Masyarakat Sipil

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Webinar “Peran Masyarakat Dalam Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu dan Pemilihan 2024” dengan menghadirkan Tenaga Ahli Bawaslu RI, Masyukurudin Hafidz, dan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Lampung, Erfan Zain.

Masyukurudin Hafidz mengatakan masyarakat membutuhkan keberanian dan keterampilan untuk turut melakukan pengawasan partisipatif.

“Kalau saya sih mikirnya, satu persen saja dari jumlah pemilih memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian di dalam pengawasan partisipatif, sudah sangat cukup untuk menciptakan pemilu jujur dan adil. Tidak semuanya harus menjadi pengawas partisipatif,” ujar dia.

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:55 WIB

RSUDAM Pastikan Pembayaran Remunerasi Pegawai Sesuai Verifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB