oleh

Naas.. Buruh GGP Tewas Tersangkut Elevator

Lampung Timur (Netizenku.com):
Sungguh tragis yang dialami Ngadiman (40), warga Dusun II Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur. Seorang buruh harian lepas PT.GGP PG IV yang berlokasi di Desa Rantau Jaya Udik II, Kecamatan Sukadana ini, harus meregang nyawa akibat kecelakaan kerja, Senin (16/4).

Diduga korban tewas ketika baju korban tersangkut pada AS penggerak elevator pemilah mahkota nanas. Karena tak sanggup melepaskan baju yang tersangkut, tubuh korban terbawa putaran As elevator dan kepalanya terbentur dinding bak penampungan mahkota nanas.

Baca Juga  Orang Tua Belum Sehat, Andi Arief Batal Bersaksi di Bawaslu RI

Akibat dari kecelakaan kerja tersebut, tubuh korban dan kepala terbentur dinding kotak pemilah mahkota buah nanas milik PT. GGP PG IV tersebut menjadi luka lebam. Guna mendapat visum, mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana.

Anang selaku Legal dan CSR PT.GGP PG IV saat ditemui di RSUD Sukadana menjelaskan, bahwa korban meninggal berawal ketika baju korban tersangkut pada AS penggerak mesin pemilah mahkota nanas. Mungkin saat baju korban tersangkut di As penggerak, korban tak sanggup melepaskan baju yang tersangkut, sehingga tubuh korban ikut terbawa putaran As. Akibatnya kepala korban jadi terbentur dinding bak penampungan mahkota nanas. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,\” ungkapnya.

Baca Juga  Melaju dari Panjang ke Rajabasa, Toyota Etios Valco Terbakar

Anang lebih lanjut mengatakan, Ngadiman merupakan salah seorang buruh harian lepas PT.GGP PG. Maka tentu, sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa korban, pihak perusahaan akan memberikana santunan kematian bagi keluarga korban, dan biaya rumah sakit sampai acar pemakaman juga akan ditanggung perusahaan. \”Kemudian, sebagai bentuk perhatian, perusahaan akan memberikan prioritas  bagi istri atau keluarga korban bila ingin bekerja di PT.GGP PG IV. Perusahaan akan memprioritaska keluarga korban kalau mau akan bekerja di PT.GGP PG IV,\” ungkapnya.

Baca Juga  Namanya tak Direkomendasikan Kemenag, Abdul Somad Malah Bersyukur

Sementara, Cahyono, Kepala Dusun II Desa Sukadana mengatakan, korban ini merupakan seorang bapak yang memiliki dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sampai saat ini Istri korban masih shock mengetahui kejadian yang dialami suaminya. \”Tadi ketika kami ajak ke Rumah Sakit Sukadana untuk membawa jenazah suaminya, Ia belum sanggup untuk ikut,” ungkapnya. (Nainggolan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *