Ekonom: Rupiah Melemah, Indikator Ekonomi RI Sudah Terpapar Krisis

Redaksi

Minggu, 2 September 2018 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Jakarta (Netizenku.com): Hingga kini, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus mengalami penguatan.

Hal ini menyebabkan nilai rupiah terus memburuk sejak awal tahun ini.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, penyebab pelemahan nilai tukar rupiah ini adalah faktor eksternal, yakni normalisasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Kondisi pelemahan rupiah baru berakhir jika normalisasi kebijakan suku bunga The Fed berakhir dan kinerja ekonomi domestik khususnya neraca perdagangan membaik,\” ujarnya saat dihubungi, Minggu (2/9/2018).

Baca Juga  Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

Bhima mengungkapkan, pada 2018 sinyal bunga The Fed masih akan mengalami kenaikan 2 hingga 3 kali.

Nilai tukar rupiah bahkan berpotensi menembus level psikologis baru.

Hal ini karena dipicu dari faktor domestik defisit neraca perdagangan, yang dipicu meningkatkan proteksi dagang dan fluktuasi harga komoditas jadi input negatif bagi kinerja pertumbuhan ekonomi.

\”Ada potensi pelemahan nilai rupiah bahkan menembus level psikologis 15.000,\” ujar Bhima.

Baca Juga  Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Menurutnya, di dunia, krisis mata uang sudah terjadi di Argentina dan Turki.

Kedua negara tersebut masuk dalam kelompok fragile five.

Dijelaskan Bhima, dengan kondisi ini hanya tinggal menunggu waktu untuk dampak yang cukup besar di ekonomi Indonesia.

\”Transmisinya lewat sektor keuangan dengan keluarnya dana asing secara konsisten. Rupiah yang melemah jadi satu indikator ekonomi kita sudah terpapar krisis,\” jelas Bhima.

Baca Juga  Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun

Mengutip data perdagangan Reuters, Jumat (31/8/2018), dolar AS bergerak dari Rp 13.281 hingga Rp 14.844 sepanjang tahun ini.

Dengan demikian rupiah sudah tertekan 11,7% terhadap dolar AS hingga saat ini.

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah yang melemah. Intervensi BI dalam pasar valuta asing (valas) ditingkatkan intensitasnya. (dtc/lan)

Berita Terkait

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Pringsewu Ajak Perkuat Patriotisme, Perjuangan, dan Kepedulian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Polsek Gadingrejo Bersama TNI dan Satpol PP Kawal Pilkakon di Enam Pekon

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Kajari Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas 2027, Siap Ramaikan PWI Running

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Dihadiri Menteri Pertanian, Pesta Rakyat Petani 2026 Dipusatkan di Pringsewu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan Empat Perda, Atur Aset hingga Pesantren

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata

Berita Terbaru

Lampung

Sahdana Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas di Lampung

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:02 WIB