Makna Hari Kartini di Mata Politisi Srikandi

Redaksi

Sabtu, 21 April 2018 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Hari Kartini menjadi spesial bagi para wanita Indonesia, termasuk di Lampung. Kartini-kartini masa kini pun mulai bermunculan, dari yang berperan sebagai pejabat publik, politisi, hingga aktivis.

Untuk politisi, tak sedikit Srikandi yang berkecimpung di dunia politik dengan gabung bersama parpol hingga duduk di legislator sebagai anggota DPRD. Peran aktifnya dalam membangun ataupun memperjuangkan aspirasi dan strata perempuan pun sudah kerap kali dilakukan.

Sebut saja Nur Hafifah. Wakil Ketua DPW PAN Lampung Bidang Pemberdayaan Perempuan ini memang cukup awam terdengar di telinga masyarakat Lampung. Namun, sifat yang militan dan kiprahnya di partai mampu menjadi ujung tombak kaum hawa di partai besutan Amien Rais tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, dengan gagasan maupun ide yang selalu ia berikan dan kembangkan dalam memperjuangkan emansipasi wanita agar tetap selalu mandiri, mampu menjadikannya sebagai \”primadona\” kaum hawa di Lampung Selatan.

Hal itu pula yang mendasarinya terpilih sebagai Anggota DPRD Lampung Selatan  periode 2014-2019.

Kepada Netizenku.com, Bunda Ipeh, sapaan akrabnya, tak ingin mengumbar apa saja yang sudah ia lakukan bagi para perempuan di Lampung Selatan. Namun menurutnya, pengorbanannya selama ini dalam memperjuangkan nasib kaum perempuan di Lamsel bisa dibuktikan dengan kemandirian para kaum hawa di sana, baik dengan usaha rumahan maupun keterampilan tenaga kerja sehingga menciptakan suatu karya.

\”Pada intinya, kita selalu didorong dan termotivasi untuk melakukan sesuatu. Sebab, di zaman now ini, kita inginkan perempuan di Lampung, Lamsel khususnya untuk lebih mandiri dan kreatif. Caranya, ya kita bina dan berikan wadah bagi perempuan untuk berkarya dan berinovasi, sehingga bisa menghasilkan sesuatu dari karyanya itu. Itu wujud dan makna kartini menurut saya,\” jelas Bunda Ipeh, Sabtu (21/4).

Untuk di partai, dirinya mengaku selalu memberikan waktu luang kepada kader wanita setiap hari Sabtu dengan menggelar senam rutin dan sharing sesama kader. \”Ya kita seperti saudara semua. Saat sharing, kita coba mendengarkan keluhan kader ataupun masyarakat dan mencari jalan keluarnya bersama-sama,\” ucap mantan guru ini.

Berbeda dengan Ipeh, Wonder Woman PDIP Metro, Anna Morinda memaknai hari Kartini dengan selalu mengingatkan perempuan zaman sekarang untuk bersyukur dan menjadi manusia yang menebarkan kebermanfaatan.

\”Kita berupaya terus belajar dan menjadi perempuan cerdas serta menggunakan  kecerdasan itu untuk membuat catatan dalam peradaban. Sebab, kita juga harus bersyukur sudah terbebas dari zaman yang merendahkan perempuan,\” jelas Ketua DPRD Metro ini.

Sementara itu, Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Lampung, Nur Aida mengatakan jika makna Kartini sangat luas. Namun, menurutnya melalui Kartini, lahirlah perempuan-perempuan tangguh, berpendidikan tinggi, dan berakhlak mulia.

\”Melalui Kartini, terbuka peluang bagi perempuan untuk meraih cita-cita dan harapannya. Melalui Kartini juga, perempuan Indonesia dikenal dunia dan memiliki kesempatan yang sama untuk beraktivitas di ranah publik,\” jelas Nur Aida kepada Netizenku.com.

Menurutnya, meski dalam Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam bersosialisasi di masyarakat, melalui Kartini, kesempatan terbuka bagi perempuan untuk lebih luas berkiprah di masyarakat. \”Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,\” ucapnya.
Selamat Hari Kartini.. (Rio)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:59 WIB

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:38 WIB

Wakil Gubernur Lampung Resmikan Penerbangan Internasional Lampung–Kuala Lumpur

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB

Lampung

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Kamis, 19 Feb 2026 - 13:59 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Feb 2026 - 21:11 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Rabu, 18 Feb 2026 - 09:34 WIB

Lampung

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Selasa, 17 Feb 2026 - 16:05 WIB