BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Pandemi Covid-19 membuat dunia pendidikan harus waspada dalam melaksanakan program pendidikan. Tidak membuat belajar tatap muka dan kuliah lapangan yang bisa membuat penularan Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung mengeluarkan surat dengan nomor 443/022/V.024/I/2021 tentang penundaan pelaksanaan kegiatan lapangan selama pandemi COVID-19. Dalam surat tersebut Pemerintah Provinsi Lampung meminta setiap universitas dapat melakukan penundaan kegiatan lapangan dan melakukan penjadwalan ulang dalam rangka melakukan pembatasan pergerakan kegiatan masyarakat, serta mengimbau pimpinan universitas untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan guna menekan kasus Covid-19.
Meski beberapa perguruan tinggi di Indonesia tetap melaksanakan KKN.

“Universitas Airlangga dan Universitas Diponegoro, melaksanakan kegiatan KKN dengan menerapkan protokol kesehatan ketat meski persebaran Covid-19 di dua Provinsi tersebut lebih tinggi daripada di Lampung,” kata Plt Rektor Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Dr. Lina Maulidiana, S.H.,M.H.

Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai memutuskan untuk mengadakan KKN dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan. Ia mengatakan bahwa keputusan yang diambil oleh Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai ini merupakan wujud tanggung jawab pihak kampus dalam menanggulangi persebaran Covid-19 di Provinsi Lampung.

Salah satunya dilakukan oleh kelompok mahasiswa peserta KKN dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muh Thohirin, ST., M.T. yang juga dosen Teknik, kelompok ini melakukan kegiatan KKN yang dipusatkan di lokasi Wisata Embung Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, dengan Mahasiswa KKN sejumlah 9 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 1 orang perempuan.

Letak geografis Desa Purworejo sangat strategis, yaitu di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Karangrejo, Kabupaten Pesawaran, di sebelah Selatan berbatasan dengan Pekon Gadingrejo Timur, Kabupaten Pringsewu. Di sebelah Timur berbatasan langsung dengan Desa Kagunganratu, Kabupaten Pesawaran dan di sebelah Barat berbatasan langsung dengan Pekon Tegalsari, Kabupaten Pringsewu.

Selama proses KKN, program utama yang dijalankan yakni :
1.      Pembagian 5000 bibit pohon sengon kepada masyarakat Desa Purworejo.
2.      Pembuatan tong sampah dan edukasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
3.      Penebaran 2000 bibit ikan Nila di Embung Desa Purworejo.
4.      Pembuatan Web Site wisata Embung (Bloger)

Menurut Zainal Abidin, S.Pt selaku kepala desa setempat mengatakan bahwa taman wisata Embung Purworejo dibangun secara bertahap merintis pembangunan di tahun 2020 sempat berhenti karena dampak dari pademi covid 19. Di tahun 2021 terealisasinya pembuatan Taman Embung Purworejo ini berkat kerja sama dari BUMDes, lembaga pokdarwis, karangtaruna, Kader Darma Wanita dan ada pula tokoh masyarakat pamong desa. Untuk karangtaruna yang pegang Retribusi, pokdarwis selaku melaporkan kegiatan dan keuangan lapor ke BUMDes, kegiatan pembangunan taman wisata embung Purworejo ini memakai anggaran dana desa dan swadaya masyarakat.

Ke-empat program tersebut di atas disambut baik oleh pemerintahan setempat, dan salah satu program yang menjadi unggulan adalah desa wisata embung. Wisata embung merupakan salah satu wisata yang ada di daerah Kabupaten Pesawaran.

Melihat wisata embung dan pengunjung yang cukup ramai, maka Mahasiswa KKN dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai berencana untuk mengenalkan wisata embung kemasyarakat lebih luas lagi khususnya ke Provinsi Lampung. Untuk itu, dibutuhkan suatu media promosi secara luas, terorganisir dan akurat maka mahasiswa KKN melakukan pelatihan bagaimana cara membuat website. Dengan begitu diharapkan wisata embung akan lebih dikenal oleh banyak orang di luar daerah dan menjadi satu income bagi masyarakat dan Desa Purworejo itu sendiri. (Leni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here