Peminat Sekolah Negeri Menurun, Ini Kata Akademisi ITBA DCC

Suryani

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi Institut Teknologi Bisnis dan Bahasa Dian Cipta Cendikia (ITBA-DCC) PSDKU Kotabumi, Emir Fajar Saputra, menyoroti fenomena menurunnya minat masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah negeri. Menurutnya, pemerintah perlu duduk bersama berbagai pihak untuk segera mencari solusi atas persoalan tersebut.

Lampung (Netizenku.com): “Minimnya pendaftar di sekolah negeri bukan karena sistem pendidikan di sana tidak baik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti tingkat disiplin, sistem pembelajaran yang berbeda, hingga infrastruktur yang dianggap kurang memadai,” kata Emir, Rabu (30/7/2025).

Ia menjelaskan, salah satu alasan utama orang tua lebih memilih sekolah swasta adalah karena kedisiplinan yang diterapkan, tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada dewan guru. Selain itu, sekolah swasta dinilai lebih unggul dari sisi fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang kelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah swasta, terutama yang bertaraf nasional dan internasional, juga menawarkan kurikulum ganda seperti Nasional dan Cambridge/IB, serta ekstrakurikuler yang lebih bervariasi dan profesional,” jelasnya.

Tak hanya itu, sekolah swasta dianggap lebih fokus pada pengembangan karakter, kemampuan bahasa asing (terutama Bahasa Inggris), dan penguasaan teknologi digital.

Faktor lainnya adalah jumlah siswa di kelas. Sekolah negeri kerap kali memiliki jumlah siswa mencapai 40 orang per kelas, sementara sekolah swasta membatasi hanya 20–25 siswa, bahkan didukung oleh dua tenaga pengajar, sehingga proses belajar dinilai lebih efektif.

“Kalau murid lebih sedikit, proses belajar lebih nyambung. Guru bisa memberikan perhatian yang lebih baik kepada setiap siswa,” tegasnya.

Emir juga menyoroti kebijakan zonasi dalam PPDB sekolah negeri, yang dinilai membatasi pilihan siswa dan membuat banyak siswa berprestasi tidak bisa masuk ke sekolah favorit meski memiliki nilai tinggi. Hal ini menjadi salah satu alasan orang tua lebih memilih sekolah swasta yang tidak terikat zonasi.

Baca Juga  Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Selain aspek akademik, beberapa orang tua juga mempertimbangkan nilai-nilai agama dan budaya sekolah. Sekolah swasta berbasis agama seringkali dinilai lebih sejalan dengan nilai-nilai keluarga, sementara sekolah negeri dianggap terlalu netral.

“Bahkan, sebagian orang tua dari kalangan ekonomi menengah ke atas memilih sekolah swasta karena faktor kemampuan ekonomi dan status sosial,” tambah Emir.

Menurutnya, fenomena minimnya murid di sekolah negeri bukan hanya terjadi di Lampung, tapi juga di sejumlah kota besar lain di Indonesia. Beberapa sekolah bahkan hanya menerima kurang dari 10 murid baru pada tahun ajaran ini.

“Kalau ini tidak segera dievaluasi, bukan tidak mungkin dalam 5–10 tahun ke depan, sekolah negeri bisa tutup karena tidak ada murid baru,” katanya mengingatkan.

Baca Juga  Mardiana Tuding Dewan Pendidikan Lampung Mirip LSM

Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem secara menyeluruh. Pemerintah perlu memastikan infrastruktur sekolah negeri memadai, ruang praktik tersedia, dan sistem pembelajaran terarah serta terukur.

“Sistem pendidikan kita sebenarnya sudah baik, tinggal bagaimana meningkatkannya agar orang tua yakin bahwa sekolah negeri mampu memberikan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Emir juga menilai pentingnya promosi sekolah negeri secara masif dan efektif. Menurutnya, media promosi memiliki pengaruh besar untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Promosi itu penting. Masyarakat harus tahu bahwa sekolah negeri sekarang sudah punya fasilitas lengkap dan berkembang dari tahun ke tahun,” pungkas alumni IIB Darmajaya itu.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret agar persoalan serupa tidak terus berulang pada tahun ajaran mendatang. (*)

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Rencana Peluncuran Satelit Lampung-1, Dinilai Jadi Terobosan Visioner
Mukhlis Basri Dukung Trans Sumatra Railways, Nilai Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Lampung
Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa
Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026
Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global
Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0
Wulan Mirza Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031, Tekankan Respons Bencana Maksimal Enam Jam
DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Lampung 2025

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Pemkab Tubaba Mulai Gembleng Calon Paskibraka HUT Ke-81 RI di Tubaba

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Ny. Ana Nadirsyah: Perempuan Harus Pahami Hak dan Berani Tolak Kekerasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Pemkab Tubaba Perkuat Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak Lewat Kolaborasi Forum PUSPA

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Pemkab Tubaba Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Seluruh OPD Diminta Perkuat Koordinasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Sekda Tubaba Tekankan OPD untuk Optimalisasi Program Prioritas, dan Stabilitas Fiskal

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Damkar Tubaba Imbau Warga Waspada Kebakaran Saat Musim Kemarau

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tubaba Masuki Tahap Persiapan Teknis

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pemkab Tubaba Identifikasi Kebutuhan SMP Karya Bhakti untuk Perbaikan Fasilitas Belajar

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Mulai Gembleng Calon Paskibraka HUT Ke-81 RI di Tubaba

Senin, 3 Agu 2026 - 22:16 WIB

Tulang Bawang Barat

Ny. Ana Nadirsyah: Perempuan Harus Pahami Hak dan Berani Tolak Kekerasan

Senin, 3 Agu 2026 - 21:59 WIB