Listrik PLN Menyala, Petambak Bratasena Bahagia

Redaksi

Minggu, 21 Maret 2021 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang (Netizenku.com): Raut bahagia tampak di wajah Cecep Abdul Mukti, seorang petambak udang mandiri eks plasma PT Central Pertiwi Bahari Bratasena (CPB) di Desa Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang Lampung, setelah terpasangnya listrik PLN di Tambak Udang yang dikelolanya hari ini.

Dia mengelola tiga petak tambak dengan ukuran 75 meter x 75 meter yang memiliki kapasitas tebar hingga 500 ribu benur. Bahkan pada saat listrik PLN belum ada menurutnya mampu ditebar satu juta benur.

“Dulu di jaman listrik CPB, pernah saya tebar 1 juta benur dan hasil panennya dapat mencapai 12 Ton hingga 17 Ton udang,” ungkap Cecep Abdul Mukti mengenang kebahagiaannya di masa silam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga tambak yang dikelola Cecep tergolong tambak ukuran besar, dengan modal yang dikeluarkan dapat mencapai 60 juta rupiah untuk satu petak tambaknya. Selain cuaca, listrik sebagai penggerak mesin kincir menjadi faktor penentu utama kesuksesan mengelola tambak. Beberapa tahun setelah tidak tersedianya listrik dari perusahaan CPB dan sebelum listrik PLN tersedia di lokasi itu seperti sekarang, para petambak memakai mesin genset dengan kemampuan yang terbatas dan biaya operasional yang mahal. Bukan disitu saja, masalah besar akan dihadapi para petambak, jika genset sedang mengalami kerusakan.

Baca Juga  Juniardi Beri Pelatihan Jurnalistik untuk Kepala Kampung Tulangbawang

“Iya benar kami pasti sangat rugi sebab genset yang kami pakai terbatas, tidak mampu dinyalakan selama 24 jam, bahkan sekarang genset kami sedang mengalami kerusakan sehingga terpaksa kami harus panen sebelum waktunya di umur 48 hari,” ucap Cecep.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mariyadi seorang warga Bratasena Mandiri yang sudah puluhan tahun mengelola tambak di sana. Tingginya operasional genset dan biaya BBM solar menambah beratnya beban para petambak di sana. Dia sangat merasakan bahagia dengan hadirnya PLN sebagai solusi ketersediaan listrik di daerahnya.

“Kemarin saat saya budidaya, kami menggunakan genset itu berat dengan biaya operasional untuk membeli solar mahal, membeli suku cadang dan oli sangat susah di sini, kami berterimakasih kepada PLN sudah hadir di sini,” ucap Mariyadi.

Selain di Dipasena, Bratasena juga menjadi pusat pembudidayaan udang terbesar di Provinsi Lampung. Bahkan Pemerintah terus mendorong untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara penghasil udang terbesar se Asia Tenggara pada tahun 2024. Energi listrik merupakan energi utama yang dibutuhkan sebagai penggerak kincir dalam berbudidaya udang, sebab perkembangan udang sangat ditentukan dengan adanya kincir. Dengan ketersediaan listrik PLN seperti sekarang yang dirasakan para petambak di Bratasena, mengembalikan harapan para petambak yang dulu sirna.

Baca Juga  Hore, BPKAD Tulangbawang Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Pekan Ini

Keseriusan Manajemen PLN UID Lampung mendukung Provinsi Lampung menjadi lumbung udang terbesar di Asia Tenggara pada Tahun 2024 dibuktikan pada hari sabtu (20/03) kemarin. General Manager PLN UID Lampung, I Gede Agung Sindu Putra, yang didampingi Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Bagus H Abrianto, dan Manajer PLN UP3 Metro, Joko Nur Astanto, beserta rombongan meninjau langsung Progres Pemasangan KWh meter untuk memastikan seluruh calon pelanggan PLN di desa Adiwarna dan Desa Mandiri Bratasena terlayani dan menyala. Orang nomor satu di PLN UID Lampung ini melihat banyak sekali potensi pelanggan yang ada di sana.

“Ada sekitar lebih dari 1000 calon pelanggan di sini tetapi saat ini sebanyak 200 pelanggan yang sudah memenuhi aspek teknis dan administrasinya untuk diproses dan dinyalakan hari ini,” tegas I Gede Agung Sindu Putra.

PLN UID Lampung berkomitmen untuk menyelesaikan progres penyalaan dengan cepat bagi calon-calon pelanggan yang sudah memenuhi aspek teknis dan administrasinya. Sementara ini ada dua desa yang harus dilayani penyalaannya segera, yaitu desa Adiwarna dan Desa Mandiri Bratasena Kecamatan Dente Teladas.

Baca Juga  Majukan Pendidikan, Winarti Berikan 1000 Laptop

PLN UID Lampung terus berupaya menyelesaikan desa-desa yang belum berlistrik dan diharapkan tahun 2022 sudah selesai seratus persen.

“Kedepannya, kami terus berupaya untuk menyelesaikan desa-desa yang belum berlistrik. Kita berharap 2022 Ratio Elektrifikas desa berlistrik sudah selesai seratus persen,” tambahnya.

Untuk menjamin keberlangsungan pasokan listrik kepada masyarakat, khususnya di eks plasma CPB Bratasena, PLN UID Lampung menyediakan posko Pelayanan Teknik 24 Jam di bawah pengawasan PLN UP3 Metro yang siap membantu pelanggan mengatasi gangguan dan keluhan listrik.

“Kami siapkan posko pelayanan teknik 24 jam yang siap membantu pelanggan mengatasi gangguan dan keluhan listrik,” ucap orang nomor satu di PLN UID Lampung itu.

Sebelum menutup, Sindu Putra panggilan akrabnya juga mengajak seluruh pelanggan menginstal aplikasi PLN Mobile yang merupakan fasilitas terbaru dari PLN untuk mempermudah layanan kepada seluruh pelanggan.

“Sekarang sangat mudah dan cepat untuk mendapatkan listrik, masyarakat cukup dengan menginstal aplikasi PLN Mobile di handphone, bisa bermohon di sana, bisa bayar listrik, bisa beli token pulsa, bisa pengaduan gangguan kita harapkan fasilitas yang disediakan PLN dapat bermanfaat untuk kita semua,” pungkas I Gede Agung Sindu Putra. (Leni)

Berita Terkait

Telkomsel Hadirkan Koneksi 4G/LTE di Desa Bawang Tirto Mulyo dan Menggala Selatan
Cuaca Buruk Diprakirakan Melanda Pergantian Tahun
Juniardi Beri Pelatihan Jurnalistik untuk Kepala Kampung Tulangbawang
Winarti Launching Penyerahan BLM BMW Secara Virtual
Firmansyah Hadiri Pelantikan SMSI Kabupaten Tulangbawang
Anthoni Serahkan Bantuan Langsung Masyarakat dan Launching BMW 2021
Winarti Launching Program Kreatif Mandiri Bergerak Melayani Warga Tahun 2021
Bupati Tulangbawang Tinjau Vaksinasi di Puskesmas Banjar Agung

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:33 WIB

Pelunasan Bipih Tahap Kedua di Buka 13 Hingga 26 Maret, Ini Syarat dan Mekanismenya

Jumat, 1 Maret 2024 - 15:24 WIB

Marindo Resmi Dilantik Jadi Pejabat Bupati Pringsewu

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:50 WIB

Pemprov Lampung Gelar Asistensi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:38 WIB

Gubernur Arinal Minta Maksimalkan PON XXI Sumut-Aceh

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:10 WIB

Puji Dorong JCH Segera Lengkapi Syarat Pelunasan Tahap II

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:05 WIB

Ribuan Peserta Diprediksi Ramaikan Lampung Half Marathon 2024

Selasa, 27 Februari 2024 - 22:42 WIB

Gubernur Arinal Gaet Investor Tingkok

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:36 WIB

Pemprov Lampung Rakor Penanganan Dampak Banjir

Berita Terbaru

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, ketika melantik Marindo Kurniawan. Foto: Luki.

Lampung

Marindo Resmi Dilantik Jadi Pejabat Bupati Pringsewu

Jumat, 1 Mar 2024 - 15:24 WIB

Tulang Bawang Barat

Tim Evaluasi Kemendagri Nilai Kinerja Pj Bupati Tubaba Sangat Baik

Jumat, 1 Mar 2024 - 13:09 WIB