Lampung di Jalur Stabil, Harga Terkendali Daya Beli Menguat

Ilwadi Perkasa

Senin, 3 November 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inflasi Lampung Oktober 2025 terkendali di 1,20 persen atau berada pada level yang sangat rendah, mencerminkan daya beli yang relatif terjaga di tengah inflasi pendidikan yang terus menurun tajam.  Angka ini menunjukkan tanda-tanda stabilitas ekonomi yang baik menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah disarankan tetap menjaga koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat pemulihan ekonomi berbasis konsumsi rumah tangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Oktober 2025 sebesar 1,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,76. Angka ini menunjukkan tekanan harga yang terkendali dan jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,94 persen.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi tercatat 0,23 persen, sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 0,30 persen. Angka tersebut memperkuat tren stabilitas harga yang berlangsung sepanjang tahun 2025.

Baca Juga  Mikdar Sambut Rencana Pagar Permanen Way Kambas

Inflasi Lampung yang hanya 1,20 persen menandakan kestabilan daya beli masyarakat di tengah peningkatan aktivitas ekonomi daerah. Tekanan harga yang rendah ini menjadi ruang bagi pemulihan konsumsi rumah tangga yang masuk dalam komponen terbesar pembentuk PDRB Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPS Lampung dalam laporan resminya menyebutkan bahwa inflasi tahunan masih ditopang oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 4,46 persen serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,96 persen. Sementara itu, deflasi terbesar justru datang dari pendidikan yang turun tajam hingga 17,98 persen, seiring turunnya biaya sekolah menengah dan dasar di berbagai wilayah.

Tekanan Harga Pangan Masih Terkendali

Meski beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan, seperti bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras, kontribusinya terhadap inflasi masih dalam batas aman. Kenaikan harga lebih dipicu faktor musiman dan distribusi, bukan gejolak pasokan.

Baca Juga  Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

Kenaikan harga emas perhiasan juga menjadi penyumbang inflasi non pangan terbesar, mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki, informasi dan komunikasi, serta peralatan rumah tangga mencatat penurunan indeks, membantu menahan tekanan inflasi lebih lanjut.

Penurunan inflasi Lampung secara tahunan dari 1,94 persen (Oktober 2024) menjadi 1,20 persen (Oktober 2025) menunjukkan efektivitas kebijakan pengendalian harga dan koordinasi antara pemerintah daerah, TPID, dan pelaku pasar. Inflasi di bawah 2 persen juga memberi ruang bagi kebijakan fiskal yang lebih ekspansif tanpa menekan daya beli masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong BUMDes Suplai Pangan untuk MBG

Dari sisi spasial, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 2,45 persen, disusul Mesuji 2,09 persen dan Kota Metro 2,05 persen. Sementara Kota Bandar Lampung mencatat inflasi terendah hanya 0,43 persen, menandakan stabilitas harga yang kuat di pusat perdagangan utama provinsi ini.

Inflasi yang terkendali diiringi pertumbuhan ekonomi Lampung yang masih solid di kisaran 5 persen pada pertengahan 2025, menjadi kombinasi ideal bagi daya beli masyarakat. Rendahnya inflasi berarti tekanan biaya hidup menurun, sehingga mendukung peningkatan konsumsi dan investasi.

Dengan kondisi tersebut, Lampung kini berada pada momentum ideal untuk memperkuat sektor riil, memperluas nilai tambah di sektor pertanian dan industri pengolahan, serta menjaga stabilitas harga pangan yang menjadi faktor kunci kesejahteraan rumah tangga.***

 

Berita Terkait

Pemprov Lampung Terbitkan SE Larangan Randis untuk Mudik dan Pengendalian Gratifikasi
Munir Gelar Silaturahmi dan Santunan Anak Yatim di Lampung Tengah
Kwarda Lampung Buka Puasa Bersama 50 Anak Yatim, Perkuat Kepedulian Sosial
DPRD Lampung Minta Aktor Utama Tambang Emas Ilegal Way Kanan Diusut
Korpri Lampung Gelar Ramadan Berbagi, 1.101 ASN Terima Bantuan
Wakil Gubernur Lampung Buka Musrenbang RKPD Way Kanan 2027
Pemprov Lampung Bahas Capaian IKK untuk Penyusunan LPPD 2025
Kabar Duka, Anggota DPRD Lampung Veri Agusli Tutup Usia

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:04 WIB

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:00 WIB

Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:52 WIB

Bupati Nanda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Pesawaran

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:57 WIB

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Senin, 2 Februari 2026 - 20:00 WIB

Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:10 WIB

Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program

Senin, 19 Januari 2026 - 18:29 WIB

Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

Senin, 12 Januari 2026 - 15:14 WIB

Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung

Berita Terbaru

Pesawaran

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:04 WIB

Pesawaran

Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung

Sabtu, 14 Mar 2026 - 12:00 WIB