KPU: Semua Tahapan Pilkada Libatkan Gugus Tugas Covid-19

Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPU dan Bawaslu Kota Bandarlampung saat Rapat Kerja Mengenai Sosialisasi Persiapan Pilkada Kota Bandarlampung bersama Komisi I DPRD di Ruang Sidang Paripurna, Rabu (12/8). Foto: Netizenku.com

KPU dan Bawaslu Kota Bandarlampung saat Rapat Kerja Mengenai Sosialisasi Persiapan Pilkada Kota Bandarlampung bersama Komisi I DPRD di Ruang Sidang Paripurna, Rabu (12/8). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com) : Komisioner KPU Kota Bandarlampung Fery Triatmojo mengingatkan bahwa seluruh kegiatan pada tahapan Pilkada 2020 melibatkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Hal ini sesuai Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non Alam Covid-19.

\”Sehingga di internal KPU, gugus tugas menjadi salah satu kelompok kerja bersama Kesbangpol, kalau di pemutakhiran data pemilih ada Disdukcapil,\” kata Feri saat Rapat Kerja bersama Komisi I DPRD Kota setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komisi I DPRD mengadakan Rapat Kerja Mengenai Sosialisasi Persiapan Pilkada Kota Bandarlampung di Ruang Sidang Paripurna, Rabu (12/8).

Rapat kerja bersama KPU, Bawaslu, Polresta Bandarlampung, Kodim 0410/BL, untuk menyikapi maraknya aparatur lingkungan, camat dan lurah, yang diduga menghalangi sosialisasi kandidat Pilwakot Bandarlampung.

Namun Fery menegaskan hingga saat ini belum ada kandidat.

\”Kandidat sampai hari ini belum ada, itu adanya masyarakat yang berpartisipasi secara individu maupun kelompok,\” ujarnya.

\”Kalau yang disebut bakal pasangan calon itu nanti ketika dia daftar di tanggal 4,5,6 September kurun waktu sampai penetapan nomor urut, itulah bakal calon,\” lanjut Fery.

Bakal calon yang mendaftar ke KPU usianya hanya satu bulan lebih, baru kemudian disebut calon sejak akhir September.

Untuk saat ini, kegiatan pembagian sembako oleh simpatisan ataupun ormas tertentu bagi warga yang terdampak Covid-19 tidak bisa disebut sebagai kegiatan sosialisasi kandidat.

\”Sekarang ini, semua yang terjadi itu, kapasitasnya adalah sebagai masyarakat yang berpartisipasi secara kelompok maupun secara individu,\” katanya.

Menurut Fery, semua masyarakat berhak dan punya kewajiban yang sama melibatkan diri dalam tahapan penyelenggaraan pilkada dengan tetap mengedepankan Protokol Keamanan Covid-19.

\”Kalau kemudian ada pelanggaran karena ketidakpatuhan penerapan Protokol Keamanan Covid-19, nanti Bawaslu yang akan menentukan apakah pelanggaran administrasi atau semacamnya,\” ujarnya.

KPU memiliki desain dalam melakukan kegiatan sosialisasi, baik kegiatan langsung dan tidak langsung, yang didesain agar memenuhi protokol kesehatan.

\”Kami memperbanyak media pembelajaran sosialisasi pendidikan pemilih. Sosialisasi tatap muka kita kurangi, kami lebih banyak sosialisasi melalui media massa, elektronik, dan multi media dengan memproduksi sendiri materi-materi pendidikan pemilih,\” katanya.

Terkait selebaran anti politik uang yang beredar di masyarakat, Fery meminta agar pihak-pihak yang membuat selebaran, meminta izin terlebih dulu sebelum menggunakan logo KPU pada selebaran tersebut.

Selebaran yang memuat logo KPU, Bawaslu, dan Pemkot Bandarlampung berisi pasal tentang anti politik uang yang dikutip dari UU Nomor 10 Tahun 2016.

Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung Candrawansah mengatakan lembaganya tidak melarang masyarakat menyosialisasikan aturan tentang pilkada.

\”Yang perlu saya garis bawahi, Bawaslu tidak pernah melarang masyarakat untuk menyosialisasikan aturan tentang pilkada,\” katanya.

Dalam rapat kerja, Ketua Komisi I DPRD Hanafi Pulung dari Fraksi PDI Perjuangan menyarankan agar ada secara formal pengajuan kepada lembaga atau instansi yang akan diambil logonya, baik KPU maupun Bawaslu.

\”Kami hargai, nanti kami sampaikan secara berjenjang dan kita rapatkan terlebih dahulu di Bawaslu Kota Bandarlampung dan kami sampaikan ke Bawaslu Provinsi Lampung,\” ujar Candrawansah. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:29 WIB

Viral Tawuran Bawa Klewang, Polisi Tangkap 8 Remaja Geng Motor di Pringsewu

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:28 WIB

Pangdam XXI Radin Inten Resmikan Jembatan Garuda Penghubung Dua Pekon di Pringsewu

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:40 WIB

DPD Pekat IB Pringsewu Berbagi Takjil dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 20:12 WIB

PWI Pringsewu Berikan Penghargaan kepada Kapolres atas Sinergi Bersama Insan Pers

Senin, 2 Maret 2026 - 20:11 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Senin, 2 Maret 2026 - 20:05 WIB

Bupati Pringsewu Sampaikan LKPJ 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:54 WIB

Pasca Banjir, Bupati Pringsewu Turunkan Alat Berat Bersihkan Drainase

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:39 WIB

Bupati Hadiri Buka Puasa Bersama PWI Pringsewu

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 154 | Kamis, 12 Maret 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 01:29 WIB

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Tinjau Lokasi Calon Mako Batalyon TNI AD di Pagar Dewa

Selasa, 10 Mar 2026 - 21:48 WIB