KPU: Metode sensus hanya di tahap pertama verifikasi faktual

Redaksi

Minggu, 20 September 2020 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota KPU Bandarlampung Divis Teknis dan Humas, Fery Triatmojo. Foto: Netizenku.com

Anggota KPU Bandarlampung Divis Teknis dan Humas, Fery Triatmojo. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): KPU Bandarlampung membantah pernyataan bakal pasangan calon perseorangan, Ike Edwin-Zam Zanariah, bahwa pihaknya tidak melakukan sosialisasi verifikasi faktual tahap perbaikan dukungan yang berlangsung pada 8-16 Agustus lalu.

Anggota KPU Bandarlampung Divis Teknis dan Humas, Fery Triatmojo, mengatakan sosialisasi telah dilakukan saat penyerahan dukungan perbaikan dari KPU kepada PPS/PPK di Swissbell Hotel, Sabtu (8/8) lalu, dan dihadiri Ike Edwin-Zam Zanariah, LO \’Tim Penghubung\’, dan Bawaslu Bandarlampung.

\”Di Swissbell Hotel, kami sampaikan 7 hari waktunya, dan kemudian ditindaklanjuti untuk hari pertama itu koordinasi dan sosialisasi di tingkat kecamatan dengan PPS dan semua LO yang ada di kelurahan dan kecamatan,\” kata Fery saat dihubungi, Minggu (20/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menjelaskan, verifikasi faktual perbaikan dukungan atau verifikasi faktual tahap dua diserahkan kepada Tim Penghubung terkait kesepakatan waktu dan metode pengumpulan pendukung.

\”Sensus hanya di tahap pertama sedangkan di tahap kedua diserahkan kepada Tim Penghubung untuk mengumpulkan para pendukung,\” ujar dia.

Verifikasi faktual perbaikan dukungan dilakukan oleh Tim Penghubung dengan menghadirkan pendukung atau pendukung datang langsung ke Sekretariat PPS.

\”Sudah kita sampaikan kenapa tahap kedua itu 7 hari dan bukan 14 hari, karena metode sensus tidak dipakai,\” tegas Fery.

Ike Edwin mengadukan KPU Bandarlampung ke Bawaslu setempat dalam dugaan pelanggaran administrasi, Pasal 44 Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.

Tim verifikasi, PPS/PPK, diduga tidak melakukan verifikasi faktual dukungan tahap perbaikan dengan metode sensus, by name by address, sebagaimana tercantum dalam Pasal 44 yang menyebutkan verifikasi faktual tahap perbaikan berlaku secara mutatis mutandis sebagaimana pada verifikasi faktual tahap pertama.

Fery menguraikan frasa mutatis mutandis dalam Pasal 44 Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020, lebih kepada proses memeriksa status keabsahan dukungan, aturannya sama dengan proses verifikasi faktual di awal.

\”Mutatis mutandis itu bukan melakukan metode sensus seperti pada tahap awal verifikasi dukungan, tapi lebih kepada proses verifikasinya, mempertanyakan keabsahan dukungan. Mutatis mutandis, berlaku sama seperti pada tahap awal, artinya verifikasi faktualnya sama bahwa pendukung yang tidak bisa ditemui sampai akhir masa verifikasi dianggap tidak memenuhi syarat\” ujar dia.

\”Pendukung datang dicek dulu e-KTP nya lalu kemudian ditanya terkait dengan dukungannya,\” lanjut Fery.

Hal ini sesuai dengan Surat KPU RI Nomor: 578/PL.02.2-SD/06/KPU/VII/2020 perihal Penjelasan tentang Pelaksanaan Tahapan Verifikasi Faktual Perbaikan Dukungan Bapaslon Perseorangan.

Surat tertanggal 21 Juli 2020 tersebut ditandatangani Ketua KPU RI Arief Budiman dengan cap basah pada poin kedua menyebutkan PPS melakukan verifikasi faktual secara kolektif berkoordinasi dengan Bapaslon dan/atau Tim Penghubung untuk menghadirkan pendukung.

Kemudian verifikasi faktual perbaikan dukungan dilakukan dengan cara menghadirkan pendukung pada waktu dan tempat yang telah ditentukan atau datang langsung ke kantor PPS. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB