BERBAGI
Dedy Triadi: Penegakan Prokes Covid-19 Ranah Bawaslu
Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi saat mengikuti Rapat Koordinasi Optimalisasi Pelaksanaan Tahapan Kampanye di Hotel Bukit Randu, Rabu (30/9). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi mengatakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test Covid-19 dinyatakan reaktif pada tahap pertama akan menjalani swab test apabila hasil rapid test tahap kedua tetap reaktif.

“Saya menanggapi dari beberapa media untuk meluruskan data hasil rapid test mulai tanggal 26-29 November, reaktif 1.080 KPPS. Namun kita masih menunggu hasil rapid test hingga selesai tanggal 2 Desember,” kata Dedy Triadi dalam pesan WhatsApp, Jumat (4/12) pagi.

Dia menjelaskan data 1.080 KPPS reaktif pertama kali disampaikan Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami saat Rapat Koordinasi Persiapan Pilkada di Gedung Pusiban Pemerintah Provinsi Lampung bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Hingga pemeriksaan rapid test tahap pertama usai, total 1.533 KPPS dinyatakan reaktif dan telah menjalani pemeriksaan tahap kedua yang dilaksanakan pada Kamis (3/12) kemarin.

“Sehingga ada kebijakan yang kita lakukan, karena hasil rapid test ini ada 2 kategori Reaktif IGM dan Reaktif IGG,” ujar dia.

Kebijakan rapid test ulang ini diputuskan dalam pembahasan internal bersama seluruh komisioner KPU Bandarlampung, Sekretariat, dan PPK se-Bandarlampung pada 30 November melalui Zoom Meeting.

“Melihat jumlah calon KPPS yang cukup banyak ini maka diambil kebijakan untuk rapid test kedua bagi 1.533 calon KPPS yang reaktif pada rapid test tahap pertama,” katanya.

Hal itu dituangkan dalam Surat KPU Bandarlampung Nomor: 926/PR.07-SD/1871/KPU-Kot/XII/2020 Perihal Rapid Test Covid-19 Bagi KPPS dan Petugas Ketertiban TPS.

Dedy Triadi menguraikan beberapa pertimbangan terkait kebijakan rapid test ulang tersebut, di antaranya:

1. Jangka waktu untuk mencari pengganti KPPS yang reaktif 1.533 orang dalam waktu deket sangat sulit bagi PPK/PPS.

2. Hasil rapid test pertama, KPU tidak mendapat rekam medik berapa banyak reaktif IGM maupun IGG.

3. Rapid test kedua ini merupakan rapid mandiri yang diinisiasi oleh Dinkes & Satgas Covid-19 terkait banyaknya calon KPPS yang reaktif. Jika pada rapid test yang kedua ini masih reaktif maka akan dilakukan swab test oleh Satgas Covid-19. Dan KPPS tersebut diganti oleh PPK/PPS.

4. Calon pengganti KPPS yang reaktif akan dirapid test oleh KPU hari ini di Apotik Gemari, penunjukan pihak ketiga ini hasil rekom Dinkes dan anggaran rapid ini dari APBN KPU.

5. Namun hingga kemarin, KPU belum menerima semua dari hasil rapid test kedua dari Dinkes sehingga kami kesulitan untuk menyiapkan KPPS pengganti karena datanya belum diterima KPU. Sehingga rapid test agak terhambat untuk calon KPPS. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here